Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Permintaan pasar Tiongkok terhadap buah Durian beku dari Indonesia terus menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Saat ini, kebutuhan durian beku di pasar tersebut mencapai sekitar 200 ribu ton, sementara pasokan yang tersedia masih berada di angka sekitar 19 ribu ton.
Kepala Badan Karantina (Barantin) Indonesia, Abdul Kadir Karding saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Parigi Moutong mengatakan, peluang ekspor durian beku ke pasar internasional, khususnya Tiongkok, masih sangat terbuka lebar.
Selain untuk memenuhi kebutuhan ekspor, permintaan konsumsi dalam negeri juga terus meningkat sehingga diperlukan sistem perdagangan dan distribusi yang semakin baik.
Oleh sebab itu, Pemerintah mendorong terciptanya lingkungan usaha yang mendukung proses perdagangan dan ekspor-impor durian agar berjalan lancar.
“Proses ekspor juga harus memenuhi standar keamanan pangan, kualitas produk, serta ketentuan yang telah disepakati bersama Negara tujuan ekspor seperti Tiongkok dan negara-negara di Eropa,” katanya, Kamis (28/05/2026).
Lanjut Kepala Barantin, bahwa standar tersebut menjadi syarat utama agar produk Durian Indonesia dapat diterima di pasar internasional. Sehingga, diperlukan dukungan berbagai pihak, untuk memberikan edukasi kepada Masyarakat dan petani mengenai tata cara ekspor yang sesuai ketentuan.
“Dengan potensi produksi yang besar, Indonesia Khususnya Provinsi Sulawesi tengah apalagi Kabupaten Parigi Moutong, dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan volume ekspor durian beku dan memperluas pasar di tingkat global,” sebutnya.
Kepala Barantin menyampaikan, bahwa keberhasilan ekspor buah Durian tidak hanya ditentukan oleh tingginya produksi, tetapi juga konsistensi kualitas dan kepatuhan terhadap persyaratan teknis negara tujuan.
“Karantina hadir memberikan pendampingan teknis kepada petani, kelompok tani, hingga eksportir agar proses ekspor berjalan lancar dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Ami)












