Palu, redaksirakyat.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Parigi Moutong, memperkuat sinergi program kerja dengan kepengurusan Kadin Sulawesi Tengah (Sulteng) periode 2026-2031, guna mendorong penguatan ekonomi Daerah berbasis potensi lokal.
Langkah tersebut dilakukan menyusul terpilihnya kepengurusan baru Kadin Sulteng yang dipimpin Gufran Ahmad mengusung konsep “Kadin Berani” dengan fokus membangun sinergi bersama Pemerintah Daerah (Pemda), serta memperjuangkan kepentingan pengusaha lokal.
“Kami melihat ada keselarasan yang sangat kuat, maka kami memaksimalkan kombinasi program dengan Kadin Sulteng,” katanya, Kamis (21/05/2026).
Menurut Faradiba, kesamaan arah kebijakan tersebut menjadi momentum besar untuk memperkuat dunia usaha di tingkat lokal sekaligus menciptakan iklim usaha yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan.
Program “satu rumah satu pengusaha” kini menjadi salah satu fokus utama yang terus dimatangkan melalui kolaborasi antar Kadin Parigi Moutong dan Kadin Sulteng agar dapat berjalan lebih masif dan menyentuh Masyarakat secara langsung.
Menurut Faradiba, kesamaan arah kebijakan menjadi momentum besar terhadap pengembangan dunia usaha di tingkat lokal. Sehingga, konektivitas program juga bertujuan membentuk struktur organisasi yang kuat, supaya Kadin dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah (pemda).
Konsentrasi Kadin Parigi Moutong saat ini memasifkan kegiatan ekspor Durian ke Tiongkok, dengan memperkuat bagian hulu mengenai metode budi daya komoditas tersebut, supaya hasil produksi petani tetap memenuhi standar ekspor.
“Selain menjaga ikim investasi durian, kami juga mengedukasi petani supaya perlakukan terhadap tanaman harus mengacu standar ekspor, selain itu pemanfaatan pendekatan teknologi juga bertujuan meningkatkan kualitas buah,” paparnya.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng, empat bulan terakhir atau sejak Januari hingga April 2026 sebanyak 1.044 ton durian beku diekspor ke Tiongkok dengan nilai pendapatan petani mencapai Rp397 Miliar. (Ami)











