Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menyasar 28 Sekolah untuk memberikan edukasi kepemiluan kepada segmen pemilih pemula.
Ketua KPU Parigi Moutong Ariyana mengatakan, pendidikan kepemiluan penting diberikan sejak dini agar pemilih pemula memahami proses demokrasi dan siap berpartisipasi dalam agenda pemilu mendatang.
“Pemilih pemula penting diberi pemahan sejak dini tentang kepemiluan, karena mereka akan berpartisipasi dalam pesta demokrasi 2030,” kata Ketua KPU Parigi Moutong Ariyana di Parigi, Rabu (16/09/2026).
Menurut Ariyana, edukasi kepemiluan kepada Masyarakat merupakan tanggung jawab penyelenggara pemilu, meskipun saat ini belum memasuki tahapan pemilihan umum.
Edukasi tersebut menjadi bagian, dari upaya menumbuhkan kesadaran demokrasi sejak dini, sekaligus membangun partisipasi aktif generasi muda dalam agenda demokrasi lima tahunan.
“Kami mengenalkan mereka fungsi, peran, dan proses pemilihan umum dalam sistem demokrasi, termasuk mengenalkan kerja-kerja KPU sebagai penyelenggara pemilu,” ujarnya.
Ariyana menyebutkan, sosialisasi pendidikan pemilih pemula dilaksanakan selama tiga hari, mulai 16-18 September 2026, dengan melibatkan enam tim dari KPU Parigi Moutong.
Melalui edukasi tersebut, KPU ingin membentuk pemilih yang cerdas dan kritis dalam menelaah visi dan misi serta program kerja calon pemimpin, sehingga tidak mudah terpengaruh politik uang.
“Demokrasi yang kuat harus ditunjang dengan integritas pemilih maupun penyelenggara pemilu,” sebutnya.
Pada pendidikan pemilih turut diarahkan untuk menjadikan anak muda sebagai penggerak yang cerdas dalam menyaring informasi, melawan berita bohong (hoaks), serta mengawasi jalannya pemilu secara berintegritas.
“Berkaca pada Pemilu 2024, angka partisipasi pemilih di Parigi Moutong 81 persen melampaui target ditetapkan 80 persen. Ini menunjukan dsmokrasi di daerah menunjukkan progres yang baik,” pungkasnya. (Ami)












