Alat Berat Diduga Milik NW Leluasa di Peti Moutong

Tiga unit alat berat beroperasi di Peti Nasalane, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong. Foto: Istimewa

Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Alat berat yang diduga milik NW dilaporkan masih leluasa beroperasi di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (Peti) kawasan pegunungan Nasalane, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong.

Hingga Sabtu (27/06/2026), sedikitnya tiga unit ekskavator dan satu talang jumbo yang disebut-sebut milik NW masih terlihat mengeruk material.

Informasi tersebut diperoleh dari sumber di lokasi yang meminta identitasnya dirahasiakan. Menurutnya, aktivitas alat berat tersebut masih berlangsung tanpa hambatan.

“Alatnya NW di lokasi Nasalane sampai sekarang masih beroperasi. Ada tiga ekskavator, dua warna biru dan satu warna kuning, serta satu talang jumbo,” ungkap sumber.

Keberadaan alat berat yang diduga milik NW di lokasi Peti kembali menjadi sorotan karena sebelumnya nama NW dikaitkan dengan dugaan aktivitas Peti di Kecamatan Moutong.

NW juga disebut-sebut memiliki hubungan dekat dengan salah seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Selpina.

Dugaan relasi tersebut kemudian menjadi salah satu materi laporan yang telah diajukan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Parigi Moutong atas dugaan pelanggaran kode etik, yang hingga kini, proses penanganan laporan tersebut masih berjalan.

Pendiri Rumah Hukum Tadulako, Hartono, menilai informasi terbaru mengenai dugaan masih beroperasinya alat berat milik NW semakin memperkuat laporan yang sebelumnya telah disampaikan kepada BK DPRD.

“Apa yang telah saya laporkan ke BK terkait dugaan pelanggaran etik atas dugaan keterlibatan, keterkaitan, atau relasi di balik aktivitas tambang ilegal yang diduga melibatkan salah satu anggota DPRD, kini semakin diperkuat dengan informasi terbaru bahwa NW masih menjadi pelaku aktif dalam tambang ilegal. Ini juga relevan dengan pengakuan Kepala Puskesmas Lambunu dalam rapat tersebut,” sebut Hartono.

Menurut Hartono, temuan terbaru itu juga berkaitan dengan pengakuan Kepala Puskesmas Lambunu dalam rapat bersama Komisi IV DPRD beberapa waktu lalu.

Saat itu, Kepala Puskesmas mengaku sempat meminjam dana operasional Ambulans kepada seorang pengusaha tambang, sembari mengarahkan pandangannya kepada Selpina dan menyampaikan ucapan terima kasih. (Ami)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *