Palu, redaksirakyat.com – Seluruh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Sulawesi Tengah (Sulteng) diinstruksikan untuk masif melakukan pencegahan Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Wilayah kerja masing-masing.
Instruksi tersebut dikeluarkan Dinas Kehutanan Sulteng sebagai langkah memperkuat pencegahan Karhutla, dengan mengerahkan seluruh Sumber Daya Manusia (SDM) serta melibatkan masyarakat dan berbagai pihak di lapangan.
Kepala Dinas Kehutanan Sulteng, Susanto Wibowo mengatakan, jajaran Dinas Kehutanan bersama para pihak terus melakukan langkah-langkah pencegahan untuk mengantisipasi terjadinya karhutla.
“Kami mengerahkan semua sumbar saya manusia (SDM) di Dinas Kehutanan melakukan langkah-langkah pencegahan bersama para pihak,” kata Susanto Wibowo, Senin (31/08/2026).
Melalui 13 KPH yang tersebar di Wilayah Sulteng, langkah pencegahan diarahkan agar dilakukan secara aktif dan masif.
KPH menjadi ujung tombak di lapangan, karena memiliki Wilayah kerja yang bersentuhan langsung dengan kawasan hutan dan Masyarakat.
Pencegahan tidak hanya dilakukan melalui pemantauan kawasan. Edukasi kepada Masyarakat juga menjadi bagian dari langkah yang diperkuat di tingkat KPH, terutama untuk meningkatkan kesadaran Warga mengenai bahaya penggunaan api saat membuka lahan.
Langkah tersebut dinilai penting, mengingat Karhutla telah berdampak terhadap Kawasan Hutan (KH) dan Areal Penggunaan Lain (APL) di Sulteng.
Sesuai Data Dinas Kehutanan Sulteng, sebanyak 3.138 hektare Wilayah KH dan APL terdampak karhutla. Ancaman karhutla juga terlihat dari jumlah titik api yang terpantau.
Sekitar 9.100 hotspot atau titik api di Sulteng tercatat melalui aplikasi Sipongi, sistem peringatan dini dan pemantauan karhutla milik Kementerian Kehutanan (Kemenhut).
Untuk memperkuat pencegahan di lapangan, masing-masing KPH juga telah membentuk kelompok sukarelawan.
Kelompok tersebut dilatih dan diberdayakan untuk membantu melakukan pencegahan maupun penanggulangan karhutla.
“Di tingkat KPH kami telah membentuk kelompok sukarelawan yang dilatih dan diberdayakan untuk membantu pencegahan maupun penanggulangan karhutla,” sebutnya.
Keberadaan kelompok sukarelawan di tingkat KPH diharapkan memperluas jangkauan pencegahan, sehingga Masyarakat di sekitar Kawasan Hutan dapat ikut berperan dalam mencegah munculnya titik api.
Dinas Kehutanan juga mengingatkan Masyarakat agar tidak menggunakan api ketika membuka lahan.
Cara tersebut berisiko menyebabkan api menyebar dan berkembang menjadi Karhutla yang sulit dikendalikan.
Kewaspadaan semakin diperlukan karena kondisi suhu panas di Sulteng dipengaruhi dampak perubahan iklim dan El Nino. (Mir)












