Pemasangan Jembatan Darurat Rampung, Jalur Peningka Pulih

Jalur Trans Sulawesi Desa Peningka, Kecamatan Kasimbar, Parigi Moutong, telah pulih kendaraan yang melintas dibatasi dengan kapasitas muatan maksimal 20 ton. Foto : Istimewa

Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Pemasangan jembatan darurat (Bailey) sejak jari Sabtu (29/08/2026) telah rampung, sehingga membuat jalur Trans Sulawesi, Desa Peningka, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, telah pulih setelah sebelumnya lumpuh total akibat diterjang banjir bandang.

Jembatan Bailey kini menjadi akses sementara bagi kendaraan yang melintas di jalur vital tersebut. Kendati akses telah pulih, kendaraan yang melintas dibatasi dengan kapasitas muatan maksimal 20 ton.

“Beban jembatan Bailey kami pasang di jalur Trans Sulawesi hanya untuk kendaraan berkapasitas muatan 20 ton. Pemasangan jembatan darurat itu sudah selesai pada Sabtu (29/8),” kata Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, Bambang Reza, Minggu (30/08/2026).

Setelah jembatan terpasang, BPJN masih melanjutkan pekerjaan di sekitar lokasi. Oprit jembatan yang tergerus banjir ditata kembali, sementara material longsor dan sisa material banjir di sepanjang ruas jalan terdampak terus dibersihkan.

Pemulihan jalur Peningka melalui Bailey ini masih bersifat sementara. Pihak BPJN telah mengusulkan penanganan permanen jembatan tersebut kepada Kementerian Pekerjaan Umum untuk dilaksanakan pada 2027.

Sementara, Plt Kalak BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai mengatakan, pulihnya akses membuat kendaraan sudah dapat kembali melintasi Desa Peningka melalui jembatan Bailey. Arus kendaraan diatur secara bergantian untuk menjaga kelancaran dan keamanan lalu lintas.

“Pengaturan lalu lintas dan pengamanan dilakukan dengan melibatkan personel TNI dan Polri,” katanya.

Pemulihan jalur Trans Sulawesi juga terus dilakukan pada ruas terdampak lainnya. BPJN membersihkan material banjir dan longsor mulai dari Desa Labuan Donggulu hingga Desa Laemanta Induk.

BPBD Parigi Moutong bersama BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, turut mengerahkan satu unit mobil tangki air ke Desa Peningka untuk memenuhi kebutuhan air bersih Warga.

TRC BPBD juga melakukan survei terhadap jaringan pipa air bersih yang putus akibat bencana.Di Desa Laemanta Induk, PMI Parigi Moutong turut mengerahkan satu unit mobil tangki air dan TRC BPBD mendirikan tenda posko.

BWS Sulawesi III Palu juga melakukan normalisasi sungai, sedangkan satu unit ekskavator BPBD Parimo disiapkan untuk mendukung normalisasi sungai di Desa Labuan Donggulu.

“Penanganan terus dilakukan secara terpadu guna memenuhi kebutuhan masyarakat serta mempercepat pemulihan akses dan infrastruktur yang terdampak banjir,” tutup Rivai. (Mir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *