Wabup Parigi Moutong Sebut Pembukaan Lahan Durian Pemicu Banjir

Wabup Parigi Moutong, Abdul Sahid, dengan latar belakang banjir yang melanda Desa di Kecamatan Kasimbar, diproses editing lewat AI. Foto : Istimewa

Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Wakil Bupati Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Abdul Sahid menyebut, aktivitas pembukaan lahan untuk perkebunan durian, menjadi pemicu banjir.

Wabup Abdul Sahid bahkan memastikan, setelah banjir menerjang Kecamatan Parigi Utara dan Kecamatan Kasimbar, dirinya langsung mencari informasi mengenai kemungkinan aktivitas pertambangan di lokasi terdampak.

“Pasca banjir di Desa Avolua dan Desa Peningka, saya sudah pertanyakan apakah ada aktivitas pertambangan di Wilayah itu? Katanya tidak ada,” kata Abdul Sahid dalam rapat Paripurna, ketika menanggapi legislator DPRD, Husen Mardjengi yang menyinggung status aktivitas Peti di Wilayah Parigi Moutong, Senin (31/08/2026).

Wabup Abdul Sahid menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, aktivitas Pertambangan bukan satu – satunya sebagai pemicu banjir, namun yang ditemukan di Wilayah terdampak berupa pembukaan lahan untuk kebun durian.

“Yang ada hanya penggusuran lahan durian. Sehingga itu juga mengakibatkan terjadinya banjir karena kontur tanah untuk menahan adanya hujan deras tidak mampu lagi dia menahan, sehingga mengakibatkan banjir yang terjadi di beberapa daerah yang kita lihat saat ini,” jelasnya.

Wabup Abdul Sahid tidak merinci luas lahan yang disebut dibuka untuk perkebunan durian. Dan juga tidak menyebut lokasi persis lahan yang dimaksud.

Untuk menggali lebih jauh penjelasan yang disampaikan, awak Media mencoba menghubungi melalui pesan WhatsApp Wabup Abdul Sahid terkait lokasi, luas lahan, serta dasar informasi mengenai pembukaan lahan durian, hingga berita ini diterbitkan, pesan yang terkirim belum mendapat tanggapan.

Diketahui, banjir bandang menerjang Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, pada Rabu dini hari (26/08/2026).

Hanya dengan jeda waktu Dua hari kemudian, Jumat (28/8/2026), banjir juga melanda empat Desa di Kecamatan Kasimbar.

Kedua peristiwa banjir bandang terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur Wilayah setempat. (Ami)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *