Karhutla Meningkat, Didominasi Aktivitas Pembakaran Lahan Warga

Karhutla yang terjadi di Desa Baliara, Parigi Barat, Parigi Moutong. Foto: Ami

Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Parigi Moutong mengalami peningkatan, yang disebut pemicu utama kebakaran didominasi oleh aktivitas Masyarakat saat membuka dan membersihkan lahan perkebunan dengan cara dibakar.

Plt Kalak BPBD Parigi Moutong, Rivai mengatakan, sejak awal hingga akhir Januari 2026, tercatat sebanyak 15 kejadian. Jumlah tersebut kembali bertambah pada awal Februari, di mana dalam satu hari terjadi lima titik kebakaran baru, bahkan disusul dua lokasi lainnya dalam rentang waktu yang berdekatan.

Jika ditotalkan kejadian Karhutla sementa telah mencapai 22 kasus. Peningkatan tersebut tidak sepenuhnya disebabkan faktor alam semata, melainkan lebih dipicu oleh aktivitas Masyarakat.

“Hampir seluruh kejadian karhutla disebabkan oleh aktivitas Masyarakat yang membuka dan membersihkan kebun dengan cara membakar. Api yang dinyalakan sering kali tidak mampu dikendalikan, bahkan ada yang ditinggalkan begitu saja hingga akhirnya meluas,” sebutnya.

Praktik pembakaran sisa ranting dan kayu di lahan masih kerap dilakukan Warga, khususnya di Wilayah dataran tinggi. Dampak terparah tercatat terjadi di Desa Jononunu, Kecamatan Parigi Tengah, serta Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara.

Menyikapi kondisi tersebut, seluruh unsur Pemerintah di tingkat kabupaten hingga desa diminta untuk memasifkan sosialisasi kepada Masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terlebih meninggalkan bekas api tanpa pengawasan.

Langkah ini dinilai penting mengingat kondisi cuaca yang relatif kering dan mudah memicu penyebaran api. Sehingga, berpotensi menimbulkan kerugian lingkungan serta membahayakan keselamatan Masyarakat. (Ami)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *