Pemda Didorong Antisipasi Kekeringan, Dengan Bangun Embung dan Sumur Bor

Ketua Kadin Parigi Moutong, Faradiba Zaenong. Foto: Istimewa

Parigi Moutong, redaksirakyat.com –Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong, didorong untuk segera mengantisipasi dampak kekeringan yang saat ini mulai dirasakan petani di tengah Cuaca Ekstrem.

Salah satu langkah yang dinilai penting yaitu, dengan membangun embung dan penyediaan sumur bor sebagai solusi jangka menengah dan panjang.

“Kita tahu manfaat embung itu sangat besar dan saya yakin pemerintah bisa melakukannya di tengah kegelisahan Masyarakat akibat kekeringan. Selain itu, mengantisipasi dengan menyediakan sumur bor, yang secara teknis bisa ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum,” kata Ketua Kamar dagang dan Industri (Kadin) Parigi Moutong, Faradiba saat ditemui, Sabtu (31/01/2026).

Faradiba menyebutkan, sebagai bentuk masukan kepada Pemda agar lebih responsif terhadap kondisi riil yang dihadapi Masyarakat, khususnya petani. Kemudian, upaya yang dinilai krusial adalah melakukan verifikasi dan peninjauan lapangan secara langsung melalui dinas teknis terkait.

“Pertama, melalui dinas teknis kita dorong bersama untuk dilakukan verifikasi lapangan. Harus turun langsung ke lapangan untuk melihat apa yang menjadi penyebab dan permasalahan yang sebenarnya,” sebutnya.

Faradiba menegaskan, bahwa kekeringan merupakan faktor alam yang tidak bisa disalahkan, karena merupakan bagian dari ketentuan Tuhan. Namun demikian, dampak yang ditimbulkan tetap harus diantisipasi dengan langkah konkret.

“Kalau berbicara soal kekeringan, faktor alam tentu tidak bisa kita salahkan. Tapi ketika sudah turun ke lapangan, harus diidentifikasi masalahnya apa dan solusinya seperti apa,” tegasnya.

Oleh sebab itu, kondisi yang dihadapi Petani diharapkan dapat menjadi perhatian serius bagi Pemda.

Khususnya Bupati, agar segera mengambil langkah nyata dalam mengatasi persoalan kekeringan. Selain itu, Kadin meminta Bupati dapat turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi petani secara nyata.

“Saya menginginkan Bupati bisa turun langsung ke lapangan, melihat, menyaksikan, dan mendengar keluhan petani secara langsung, tidak hanya menerima laporan di atas meja,” pungkasnya. (Mir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *