Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Sasar Lima Wilayah 3T di Sulteng

KRI Lumba - lumba seri 881 menuju 3T lakukan Ekspedisi Rupiah, awali rute dari pelabuhan Kelas III Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa siang (07/07/2026). Foto: Mir

Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 sasar lima Wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) di Sulawesi Tengah, dengan mengawali rute perjalanan laut menggunakan KRI Lumba – lumba seri 881 dari Pelabuhan Kelas III Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa siang (07/07/2026).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Irfan Sukarna mengatakan, pada ekspedisi rupiah kali ini, disiapkan uang tunai senilai Rp12,24 Miliar atau meningkat 16 persen dibanding pelaksanaan Tahun 2025.

Program tersebut merupakan hasil kerja sama dengan TNI Angkatan Laut yang telah berlangsung sejak 2012, menjadi bagian dari upaya menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari sisi ekonomi dan keuangan.

“Bank Indonesia memiliki tugas menyediakan uang rupiah layak edar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Daerah terpencil. Karena keterbatasan infrastruktur, kami bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut agar distribusi uang dapat menjangkau Masyarakat di pulau-pulau,” katanya.

Lanjut Irfan Sukarna, pada pelaksanaan ekspedisi tahun ini akan menyasar lima Wilayah, yakni Wakai, Walea, Salakan, Banggai, dan Pulau Bokan.

Selain memberikan layanan penukaran uang, BI juga menghadirkan edukasi mengenai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

“Tahun ini kami juga menyediakan layanan kesehatan di beberapa pulau. Jadi, kegiatannya jauh lebih variatif dibandingkan tahun lalu,” sebutnya.

Meski Bank Indonesia terus mendorong penggunaan metode pembayaran nontunai melalui QRIS, BI menyadari bahwa uang tunai masih menjadi kebutuhan krusial bagi masyarakat di wilayah terpencil.

Oleh sebab itu, BI memastikan bahwa distribusi uang tunai melalui jalur ekspedisi ini tetap berjalan beriringan dengan digitalisasi.

​“Masyarakat di berbagai Daerah sangat mengharapkan agar uang yang lusuh dapat ditukarkan dengan yang baru. Kami hadir untuk memenuhi kebutuhan tersebut, baik di kota besar maupun hingga ke Ailayah terpencil,” tandasnya.

Ekspedisi ini menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam menjamin kedaulatan mata uang rupiah, sekaligus upaya peningkatan literasi keuangan serta kesejahteraan Masyarakat di pelosok Nusantara. (Mir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *