Daerah  

Pemda Parigi Moutong Melunak Terhadap ASN Positif Narkoba

Tes urine ASN Lingkup Pemda Parigi Moutong. Foto : Ami

Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong, mengambil sikap lunak terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdeteksi positif sebagai pengguna narkoba dari hasil tes urine yang dilakukan.

Alih-alih menjatuhkan sanksi pemecatan, Pemda memilih memberikan pembinaan dan kesempatan kepada para ASN untuk memperbaiki diri.

Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid mengatakan, Pemerintah tidak menghendaki ASN yang terbukti sebagai pengguna narkoba langsung kehilangan pekerjaannya.

Pemda lebih mengedepankan pendekatan pembinaan sebelum mempertimbangkan sanksi yang lebih berat.

“Kami tidak menginginkan bahwa seorang pegawai itu dipecat. Kami tidak menginginkan hal itu,” kata Abdul Sahid, saat ditemui, usai mengikuti kegiatan “Ngobrol Pintar Kerukunan”Moderasi Beragama untuk Parigi Moutong yang Maju, Mandiri, dan Berkelanjutan, bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu Pagi (29/07/2026).

Sebagai tindak lanjut, Pemda Parigi Moutong menyiapkan mekanisme sanksi administratif berupa tiga kali teguran. Kesempatan itu diberikan, agar ASN yang bersangkutan dapat menghentikan penyalahgunaan Narkoba dan memperbaiki perilakunya.

“Kita akan memberikan mungkin tiga kali teguran, tiga kali kesempatan buat mereka. Kalau memang tidak bisa berubah, nah itu akan dibicarakan, apa sanksi yang diberikan terhadap mereka,” tandasnya.

Di tengah kebijakan tersebut, Pemda Parigi Moutong hingga kini belum membuka data resmi mengenai jumlah ASN yang terdeteksi positif berdasarkan hasil tes urine yang digelar bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Poso.

Wabup Abdul Sahid juga belum membeberkan jumlah aparatur yang dinyatakan positif dalam pemeriksaan tersebut.Sementara itu, upaya rehabilitasi bagi ASN yang terpapar narkoba masih dibahas bersama BNN Poso.

Pemda belum memutuskan apakah rehabilitasi akan dilakukan di Parigi Moutong melalui layanan rawat jalan atau dengan merujuk ASN ke BNN Poso.

“Rehab ini sudah dibicarakan. Nanti dilihat apakah dari pihak BNN yang datang ke sini (red-Parigi Moutong) atau para ASN itu yang dibawa ke sana,” tutup Abdul Sahid. (Ami)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *