Daerah  

Pemda Target Produktivitas Padi Meningkat Lewat Penerapan PM-AAS

Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, melakukan uji coba menggunakan Alat Tabela, dalam penerapan PM-AAS di lahan Petani Desa Mertasari, Kecamatan Parigi, Senin (27/07/2026).

Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong, menargetkan peningkatan produktivitas padi melalui penerapan Pertanian Modern-Advance Agricultural System (PM-AAS) yang diyakini mampu mendongkrak hasil panen petani hingga dua kali lipat.

Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase mengatakan, jika selama ini produktivitas padi di Daerah tersebut rata-rata berada pada kisaran 3,8 hingga 5 ton per hektare, sehingga melalui penerapan PM-AAS hasil panen ditargetkan dapat mencapai maksimal 10 ton per hektare.

Menurut Bupati Erwin, peningkatan produktivitas menjadi langkah yang harus ditempuh, mengingat keterbatasan lahan baru untuk pengembangan sawah akibat minimnya ketersediaan sumber air.

“Saat ini rata-rata sawah kita masih sekitar 3,8 ton hingga maksimal 5 ton per hektare. Kalau yang lima ton bisa kita maksimalkan menjadi 10 ton, tentu ini akan meningkatkan produktivitas pertanian kita,” katanya, usai melakukan uji coba menggunakan Alat Tanam benih langsung (Tabela), di lahan Petani Desa Mertasari, Kecamatan Parigi, Senin (27/07/2026).

Bupati Erwin menjelaskan, membuka lahan persawahan baru bukan lagi menjadi solusi utama karena akan berdampak pada pembagian debit air yang semakin terbatas. Oleh sebab itu, peningkatan hasil panen melalui penerapan teknologi dan sistem budidaya modern menjadi pilihan yang lebih efektif.

“Kita berharap ini bisa meningkatkan produktivitas kita di tengah sulitnya mencari lahan baru untuk pembukaan sawah karena terkendala sumber air. Kalau dipaksakan membuka sawah baru, debit air yang harus dibagi tentu akan semakin berkurang,” jelasnya.

Lanjut Bupati Erwin, pada tahun ini Kabupaten Parigi Moutong memperoleh kuota penerapan PM-AAS seluas 2.280 hektare yang tersebar di 11 kecamatan, mulai dari Kecamatan Sausu hingga Kecamatan Ongka Malino. Bahkan, terus berupaya memperluas cakupan program tersebut agar dapat menjangkau lebih banyak kawasan persawahan.

“Kita berharap program ini terus bertambah. Saat ini kita mendapat kuota 2.280 hektare, dan ke depan kita akan berkomunikasi secara intensif agar bisa masuk ke wilayah-wilayah lain. Dengan begitu semakin banyak petani yang merasakan manfaat PM-AAS untuk meningkatkan hasil panen,” pungkasnya. (Ami)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *