Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Dampak kekeringan yang terjadi sejak awal bulan Januari hingga saat ini, dirasakan Warga di beberapa Desa Kabupaten Parigi Moutong.
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat, sejauh ini Desa Jono Kalora, Kecamatan Parigi Barat, salah satu menjadi Wilayah yang paling terdampak krisis air bersih. Kondisi itu menyebabkan debit sumber air menurun drastis, bahkan sungai yang menjadi sumber air ikut mengalami kekeringan.
Pelaksana tugas Kepala BPBD Parigi Moutong, Rivai mengatakan, Warga Jono Kalora sangat membutuhkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kondisi turut diperparah dengan aliran air dari PDAM yang tidak menentu. Terkadang, air hanya mengalir setiap dua hingga tiga hari sekali, tentunya tidak mampu memenuhi kebutuhan warga secara optimal,” katanya, saat dikonfirmasi, Senin (02/02/2026).
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pihak BPBD telah meningkatkan koordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) khususnya bidang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
“Warga Jono Kalora, serta dari beberapa desa terdekat lainnya mengandalkan satu sumber mata air yang berada di Desa Lebo,” sebutnya.
Kemudian, pihak BPBD telah menyiapkan langkah darurat berupa pendistribusian air bersih kepada masyarakat. Sehingga, kendaraan trailer tangki air yang tersedia segera difungsikan dengan kapasitas sekitar 1.600 liter untuk membantu suplai air bersih ke masyarakat.
Tidak hanya itu, upaya lain dilakukan pinjam pakai mobil tangki air dari Pemerintah Provinsi sebagai tambahan armada distribusi, guna memastikan kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.
“Kami akan fungsikan mobil trailer tangki air yang ada. Itu bisa menyuplai sekitar 1.600 liter air. Kami juga sudah menyurat untuk peminjaman armada mobil tangki BPBD Provinsi,” tutupnya. (Ami)












