Daerah  

28 ASN Pemda Parigi Moutong Positif Narkotika

Wabup Parigi Moutong, Abdul Sahid saat Konferensi Pers bersama BNN Poso, Senin (03/08/2026). Foto : Ami

Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Dari total 31 orang, setidaknya 28 Orang diantaranya Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong dinyatakan positif Narkotika, berdasarkan hasil tes urine massal yang digelar selama empat hari, 21–24 Juli lalu.

Selain ASN, pemeriksaan juga menemukan seorang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan tiga pelajar SLTA yang turut terindikasi positif.

Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid mengatakan, tes urine yang diikuti 1.108 orang, untuk ASN, PPPK, pejabat eselon II, III, IV, Pemda Parigi Moutong memilih mengedepankan langkah pembinaan dan diusulkan menjalani rehabilitasi.

“Kami akan selalu menyampaikan kepada ASN yang ada agar tidak menggunakan narkoba. Mudah-mudahan ini jadi pembelajaran, dan kami juga berharap seluruh ASN di Kabupaten Parigi Moutong tidak menggunakan barang haram tersebut,” ujar Abdul Sahid saat Konferensi Pers bersama BNN Poso, Senin (03/08/2026).

Wabup Abdul Sahid menjelaskan, rehabilitasi dapat dilaksanakan di Parigi maupun dirujuk ke Poso sesuai hasil kesepakatan.Apabila peserta yang diwajibkan menjalani rehabilitasi mengabaikan proses tersebut, Pemda akan menerapkan sanksi secara bertahap sesuai ketentuan yang berlaku.

“Ada tahapannya. Setelah dilakukan rehab dan mereka tidak mempedulikan tentang ini, berarti ada sanksi. Yang memberikan sanksi itu adalah pihak yang berwajib,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BNN Poso AKBP Pradiptya Mahayana menjelaskan, tidak semua peserta yang dinyatakan positif wajib menjalani rehabilitasi.

Hasil pemeriksaan menunjukkan, terdapat 12 orang positif methamphetamine, tujuh orang positif methamphetamine dan amphetamine, serta tiga pelajar juga positif methamphetamine dan amphetamine.

Selain itu, sembilan peserta dinyatakan positif benzodiazepin (benzo), salah satunya dipastikan merupakan Anggota DPRD yang dapat menunjukkan resep dokter, karena mengonsumsi obat tersebut untuk keperluan pengobatan.

“Ada satu yang positif zat benzo. Beliau bisa menunjukkan resep dokter karena sedang menderita suatu penyakit,” jelasnya.

Mahayana menyebutkan, pengguna zat benzodiazepin didominasi perempuan. Namun, identitas maupun golongan kepangkatan ASN yang terjaring tidak dipublikasikan karena pendataan hanya difokuskan pada nama peserta tes yang berasal dari berbagai unsur pemerintahan dan pelajar. (Ami)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *