Daerah  

Rumah Terancam Roboh, Hawadia Luput Dari Bantuan

Kondisi Rumah Hawadia dan Om Usu memprihatinkan, Warga Desa Tumpapa Indah, Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong. Foto : Hcb

Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Di balik nama Desa Tumpapa Indah, Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong, tersimpan kisah pilu seorang perempuan lanjut usia yang harus bertahan hidup di rumah yang terancam roboh.

Perempuan itu adalah Hawadia Ahmad, Warga Dusun III, Desa Tumpapa Indah. Di usianya yang sudah 70 tahun, Hawadia masih menempati rumah dengan kondisi memprihatinkan, terutama bagian dapur yang tiang-tiang kayunya telah lapuk.

Anak tertua Hawadia, Marlan mengatakan, kondisi rumah tersebut cukup mengkhawatirkan, terutama ketika angin kencang datang.“Goyang sekali, Pak,” kata Marlan, Jumat (14/08/2026).

Kondisi dapur rumah Hawadia semakin memprihatinkan. Sebagian dinding bahkan hanya ditutup menggunakan karung layar dan terpal.

Menurut Marlan, cara tersebut dilakukan agar angin tidak terlalu kencang masuk ke dalam rumah. Persoalan semakin miris karena beberapa tahun sebelumnya, Pemerintah Desa Tumpapa Indah disebut telah beberapa kali mendatangi rumah Hawadia.

Bahkan, petugas sempat melakukan pengukuran dengan menyampaikan bahwa rumah tersebut akan mendapatkan bantuan perbaikan.

“Rumah ibu ada dapat bantuan perbaikan,” kata Marlan, menirukan ucapan petugas Desa kala itu. Namun, bantuan yang pernah dijanjikan tersebut hingga kini belum juga diterima Hawadia.

Marlan mengaku sudah berulang kali menanyakan perihal bantuan rumah orang tuanya. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai bantuan tersebut.

Ironisnya, menurut Marlan, sejumlah rumah yang kondisinya dinilai lebih baik justru lebih dahulu mendapatkan bantuan perbaikan.

“Rumah mereka rumah beton yang jauh lebih bagus. Tapi malah duluan yang diperbaiki,” ujarnya.

Kondisi Hawadia semakin memprihatinkan karena sehari-hari ia hanya ditemani cucunya, Rajab. Siswa kelas IV SD Inpres Malakosa itu memilih menemani neneknya sejak sang kakek meninggal dunia pada 2017.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Hawadia juga masih bergantung pada kiriman anak-anaknya. Marlan yang bekerja serabutan mengaku setiap pekan berupaya mengirimkan uang dan membelikan beberapa liter beras untuk kebutuhan ibunya.

“Kalau dari jauh kita lihat rumahnya Mama Hawadia, seperti kandang ayam,” ungkapnya.

Kisah Hawadia ternyata bukan satu-satunya kondisi Warga dengan rumah tidak layak huni di Desa Tumpapa Indah.Warga lainnya, yang disebut bernama Om Usu dan tinggal di Dusun I, juga disebut menghadapi kondisi serupa, bahkan lebih memprihatinkan.

Pasangan suami istri paruh baya tersebut tidak memiliki keturunan. Kondisi semakin berat karena sang suami mengalami rabun jauh sehingga penglihatannya tidak normal.

“Om Usu yang lebih kasihan, Pak. Rumahnya hampir rubuh. Beberapa warga silih berganti antarkan bantuan,” ujar seorang Warga yang meminta namanya tidak disebutkan.

Warga tersebut katakan, masih terdapat sejumlah rumah di Desa Tumpapa Indah yang dinilai layak mendapatkan bantuan renovasi.

“Cuma itu Pak, entah mengapa sampai sekarang tak tersentuh,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Tumpapa Indah, Harsal H Kasim, membenarkan bahwa Hawadia telah diusulkan untuk mendapatkan bantuan pada 2025 lalu. Namun, nama Hawadia tidak tercantum dalam daftar penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

“Kalau Hawadia sudah diusulkan tahun 2025 lalu. Namun dalam daftar yang tertera di Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya dari Kementerian PKP, tidak keluar nama Hawadia,” terang Harsal.

Sedangkan untuk Om Usu, Harsal mengatakan belum dapat menerima bantuan bedah rumah karena persoalan persyaratan kepemilikan tanah.

“Sedangkan Om Usu tidak bisa, Pak. Karena yang bersangkutan belum memiliki tanah kintal sebagai syarat utama untuk bedah rumah,” jelasnya.

Harsal tidak menjelaskan lebih jauh mengenai persoalan tersebut karena sedang menerima tamu.

“Maaf, Pak, saya masih ada tamu,” pungkasnya. (Hcb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *