Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong membuka ruang pengaduan untuk Masyarakat bagi yang menemukan penjualan gas LPG 3Kg Curang atau tidak sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Parigi Moutong, Aswini Dimple mengatakan, bahwa Pemda telah melakukan berbagai langkah untuk memastikan penjualan gas subsidi tepat sasaran.
“Kita sudah melakukan sosialisasi melalui Dinas Kominfo dan membuka link pengaduan terkait masalah Gas 3 Kilogram subsidi. Jadi, Masyarakat bisa menyampaikan pengaduannya,” katanya, Rabu (11/03/2026).
Menurut Aswini, Pemda juga telah menerbitkan surat edaran Bupati yang mengatur tata cara mendapatkan gas LPG bersubsidi, termasuk aturan bagi pangkalan dan pihak-pihak yang berhak menerima.
“Kami juga sudah mengeluarkan surat edaran Bupati tentang bagaimana mendapatkan gas 3 Kilogram dan tata aturannya, baik untuk pangkalan maupun siapa saja yang berhak. Itu sudah jelas,” sebutnya.
Oleh sebab itu, Pemda meminta para Camat dan Kepala Desa untuk aktif menyosialisasikan aturan tersebut kepada Masyarakat, terutama di tempat-tempat yang banyak dihadiri Warga.
“Kami minta kepada Camat dan Kepala Desa agar ini disosialisasikan di tempat-tempat keramaian, misalnya di pesta atau perkumpulan Masyarakat,” jelasnya.
Aswini turut mengajak Masyarakat, untuk menggunakan gas LPG 3 Kilogram sesuai peruntukannya, terutama bagi Warga yang memang berhak menerima subsidi.
“Saya mengajak semua masyarakat mari menggunakan si melon ini sesuai dengan hak peruntukannya. Terutama Masyarakat desil 1 dan desil 2 atau Masyarakat miskin yang memang berhak mendapatkan,” tandasnya.
Selain sosialisasi, Pemda telah melakukan pemantauan langsung di lapangan ke sejumlah pangkalan LPG sampai pada pengecer.
“Kami sudah sempat turun minggu lalu bersama Wakil Bupati dan teman-teman terkait. Kami juga mengajak Wartawan untuk melihat langsung kondisi di lapangan,” ujarnya.
Dari hasil pemantauan, Aswini mengungkapkan bahwa Kecamatan Parigi menjadi Wilayah dengan pengaduan terbanyak terkait penyaluran gas subsidi dibandingkan Kecamatan lainnya.“Informasi yang paling banyak pengaduan memang dari Parigi, walaupun ada juga dari kecamatan lain,” ungkapnya. (Ami)












