Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Menghadapi fenomena El Nino Godzilla, Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan seluruh Masyarakat setempat, agar tidak sembarangan membakar sisa lahan yang berpotensi menjadi pemicu Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Plt Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Rivai, menegaskan bahwa fenomena El Nino 2026 diprediksi mulai terjadi sejak April hingga Oktober dan membawa dampak signifikan terhadap kondisi cuaca di Indonesia, termasuk di Wiayah Parigi Moutong.
Menurut Rivai, kondisi tersebut membuat seluruh Wilayah di Parigi Moutong pada dasarnya masuk dalam kategori rawan kebakaran, mengingat luasnya kawasan hutan yang dimiliki Daerah tersebut.
“Kalau dalam peta rawan Karhutla itu sebenarnya hampir semua Wilayah, karena kita banyak memiliki hutan. Tapi berdasarkan kejadian di awal tahun, kebakaran lebih banyak terjadi di Wilayah eks-Parigi, seperti Parigi Kota dan sekitarnya,” kata Rivai, di ruang kerjanya, Senin (06/04/2026).
Dengan prediksi fenomena itu, BPBD memberikan perhatian khusus pada Wilayah bagian Tengah, seperti Tinombo dan Sidoan, yang dinilai perlu diwaspadai rawan Kebakaran.
Meski demikian, Rivai memastikan pihaknya telah melakukan berbagai upaya kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi bencana terhadap fenomena tersebut, termasuk peningkatan kapasitas peralatan.
“Pada Prinsipnya kami siap untuk semua Wilayah. Kami juga berupaya meng-upgrade peralatan, walaupun dengan keterbatasan anggaran. Kami juga mendapat bantuan dari BNPB, dan itu semua kami maksimalkan,” sebutnya.
BPBD Parigi Moutong turut mengajak seluruh Masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan Karhutla, salah satunya dengan tidak membuka lahan menggunakan cara dibakar, demi menghindari dampak yang lebih luas selama musim kemarau ekstrem berlangsung. (Mir)













