Daerah  

Disporapar Bantah Wajibkan ASN Beli Durian Untuk FTT 2026

Kepala Disporapar Kabupaten Parigi Moutong, Enang Pandake. Foto: Istimewa

Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Parigi Moutong, membantah mewajibkan setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) di Daerah tersebut membeli buah Durian dalam Rencana penyediaan Gundukan Durian yang menjadi ikon utama dalam Festival Teluk Tomini (FTT) 2026.

Pasalnya, surat resmi yang ditandatangani Bupati Parigi Moutong tertanggal 13 April 2026, ditujukan kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan, hingga Kepala Bagian.

Dukungan yang dimaksud secara spesifik berupa penyiapan buah Durian sesuai arahan yang telah ditentukan. Akibat surat itu, setiap ASN dilingkup OPD terpaksa merogoh kantong pribadi untuk membeli Durian. Jika benar, maka ribuan buah durian bakal terkumpul.

Menanggapi itu, Kepala Disporapar Kabupaten Parigi Moutong, Enang Pandake mengatakan, dukungan yang diminta Pemerintah Daerah (Pemda) kepada organisasi OPD bersifat partisipatif, bukan kewajiban apalagi penekanan kepada ASN secara individu.

“Tidak ada penekanan seperti yang berkembang, misalnya satu ASN satu durian. Itu tidak benar. Dalam surat yang kami keluarkan hanya bersifat partisipasi,” kata Enang, saat dikonfirmasi, Rabu (22/04/2026).

Enang menjelaskan, kontribusi yang diberikan sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing pimpinan OPD, tanpa ada target jumlah tertentu yang harus dipenuhi.

“Berapapun yang diberikan, itu kami terima. Mau 10, mau 20, silakan. Tidak ada kewajiban atau paksaan,” jelasnya.

Enang mengakui, isu mengenai adanya beban per ASN kemungkinan muncul dari dinamika pembahasan awal dalam rapat internal. Namun, Enang menegaskan hal tersebut tidak pernah menjadi kebijakan resmi.

“Memang sempat berkembang dalam pembahasan awal, tapi itu bukan keputusan. Secara resmi tidak ada penekanan kepada ASN,” tegasnya.

Enang menuturkan, bahwa ikon Gundukan Durian dalam FTT bertujuan memeriahkan acara sekaligus mengangkat potensi durian lokal dari masing-masing Wilayah di Parigi Moutong.

Durian yang dikumpulkan, lanjut Enang, nantinya akan dibagikan kepada Masyarakat dan tamu yang hadir, bukan untuk kepentingan tertentu.

“Ini untuk konsumsi bersama, tamu undangan dan Masyarakat. Jadi tidak seperti kesan yang berkembang,” tandasnya.

Selain OPD, pihaknya juga melibatkan Pemerintah Kecamatan sebagai peserta Gundukan Durian. Hingga saat ini, sudah ada delapan Kecamatan yang menyatakan kesiapan berpartisipasi.

Enang memastikan, tidak diberikan target jumlah durian dalam setiap gundukan. Komposisi yang dianjurkan hanya sekitar 70 persen Durian dan 30 persen buah lokal lainnya.

“Tidak ada target ketinggian atau jumlah. Tergantung kemampuan masing-masing kecamatan atau OPD,” pungkasnya. (Ami)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *