Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) yang dirilis melalui Posko Terpadu BPBD Parigi Moutong, sekitar ±52,5 hektare lahan Pertanian Warga di Kecamatan Parigi Utara, terkena dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Tim Posko Terpadu Penanganan Karhutla dan Kekeringan, Kabupaten Parigi Moutong menyebutkan, data tersebut merupakan hasil identifikasi lapangan yang dihimpun sejak awal Februari 2026 dan masih bersifat sementara.
Dari sebaran lahan pertanian terdampak Karhutla mulai dari Desa Avolua, termasuk wilayah Avolua/Taripa, total luas lahan terdampak yang telah terdata mencapai sekitar 29,5 hektare.Sementara di Desa Toboli yang mencakup wilayah Toboli/Uenggambi dan Tompo/Toboli, luas lahan terdampak yang teridentifikasi mencapai sekitar 23 hektare.
Sebagian besar lahan yang terdampak merupakan lahan produktif mencakup kakao, kelapa, durian, alpukat, cengkeh, mangga, pala, mente, cabai, serta sebagian tanaman kehutanan.Selain itu, turut terdata lahan dengan kondisi tanaman muda, serta sejumlah bidang lahan yang luas dan jenis komoditasnya masih dalam proses pendataan lanjutan.
Tim Posko Terpadu memastikan, bahwa data tersebut belum bersifat final. Mengingat masih terdapat beberapa lokasi, yang belum memiliki keterangan pasti.
“Oleh karena itu, verifikasi dan pendataan lanjutan akan terus dilakukan melalui pemantauan lapangan serta koordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait,” tulis Tim Posko Terpadu.
Hasil pendataan itu akan menjadi dasar awal penyusunan laporan dampak Karhutla dari sektor pertanian dan bahan pertimbangan dalam pengusulan bantuan. Serta menjadi langkah pemulihan, bagi Petani terdampak. Sehingga, pendataan lanjutan dijadwalkan akan terus dilakukan seiring kondisi lapangan dan akses ke lokasi Terdampak.***











