Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Di usia 93 Tahun, Muhtadin asal dari Kecamatan Lambunu, tercatat sebagai salah satu Jemaah Haji tertua yang diberangkatkan, Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Kabupaten Parigi Moutong, menuju Asrama Haji transit Kota Palu, Senin Siang (11/05/2026).
Semangat ibadah yang membara dari sosok Petani sederhana ini, menjadi kebanggaan besar bagi seluruh Keluarga dan Masyarakat sekitar.
Sehari-hari, Muhtadin masih aktif beraktivitas layaknya orang berusia muda. Hal yang paling mengagumkan, ia masih bisa membaca Tulisan dengan jelas tanpa bantuan kacamata.
Tidak berhenti di situ, tenaganya pun masih terjaga, ia rutin turun ke sawah dan kebun, bahkan masih kerap mengayuh sepeda untuk berkeliling di sekitar tempat tinggalnya.
Meski fisiknya masih bugar, pendengaran Muhtadin sudah berkurang. Keluarga sudah berupaya membantunya, mulai dari memeriksakan ke dokter hingga menyediakan alat bantu dengar yang direkomendasikan. Namun, alat itu justru membuatnya terganggu karena banyak suara bising yang terdengar, sehingga terasa tidak nyaman.
“Kami sudah bawa berobat dan belikan alat bantu dengar sesuai saran dokter, tapi semua terdengar berisik dan bikin beliau tidak tenang. Akhirnya kami putuskan alat itu tidak dibawa ke Tanah Suci, supaya beliau nyaman dan tidak merepotkan petugas kesehatan di sana,” ujar Rahmat, perwakilan keluarga, di sela mendampingi kesiapan berangkat.
Kisah perjalanan ibadah ini memiliki cerita haru tersendiri. Muhtadin mendaftar haji bersama Istrinya sejak tahun 2018 silam. Kini, Istrinya yang berusia 83 Tahun belum terpilih, Hal itu karena kuota khusus Lansia di Kabupaten Parigi Moutong, hanya terbatas untuk lima orang, dan sang Istri tidak masuk dalam kategori tersebut, sehingga keduanya belum bisa berangkat bersama musim haji tahun ini.
“Memang berat rasanya harus terpisah, tapi ini ketentuan sistem yang berlaku, dan kami yakini juga sebagai kehendak Allah SWT,” sebut Rahmat.
Meski terpisah dari istri, Muhtadin tak berjalan sendirian. Keluarga telah menitipkan beliau kepada Muhammad Misbahudin, yang menjabat sebagai Ketua rombongan Jemaah Daerah ini. Sosok itu dipilih untuk selalu mendampingi dan membantu segala keperluan Muhtadin selama menjalani ibadah Haji.
“Kami semua mendo’akan, semoga beliau (red-Muhtadin) selalu diberikan kesehatan, kelancaran dalam setiap ibadah, dan bisa pulang ke tanah air dengan selamat serta membawa predikat Haji mabrur,” tutupnya dengan penuh harap. (Mir)











