Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Jalan berlubang di Kelurahan Bantaya, Kabupaten Parigi Moutong, terpaksa membuat Warga turun tangan menambal secara swadaya, Selasa (18/08/2026).
Aksi warga ini dilakukan lantaran kerusakan jalan dinilai sudah cukup mengkhawatirkan. Sebab, terdapat sejumlah titik jalan berlubang dengan ukuran yang bervariasi. Bahkan, beberapa lubang terlihat cukup dalam dan berada di jalur yang setiap hari dilalui Masyarakat.
Kondisi tersebut dinilai berbahaya, terutama bagi pengendara sepeda motor. Saat hujan turun, lubang yang tertutup genangan air semakin sulit terlihat sehingga pengendara berpotensi terjebak dan kehilangan kendali.
Warga yang melakukan penambalan mengaku memilih bergerak secara sukarela, karena tidak ingin kerusakan jalan tersebut terus membahayakan pengguna jalan.
“Kami ikhlas menambal jalan ini. Sudah berapa titik yang berulang dan cukup dalam. Kalau tidak segera ditambal, lubangnya akan semakin dalam. Apalagi kalau hujan, lubang tertutup genangan sehingga pengendara sering tidak menyadari ada lubang,” ungkap Warga yang enggan menyebutkan namanya.
Kerusakan jalan tersebut bukan persoalan baru. Sejumlah kecelakaan lalu lintas disebut pernah terjadi di sekitar lokasi akibat kondisi jalan yang rusak.
“Sudah berapa kali terjadi kecelakaan di sini. Jangan sampai justru terjadi kecelakaan lebih parah disebabkan jalan berlubang semakin dalam,” sebutnya.
Bagi warga, penambalan yang dilakukan secara swadaya hanya merupakan upaya sementara untuk mengurangi risiko kecelakaan. Mereka tetap berharap Pemerintah segera turun melakukan perbaikan secara permanen.
“Kami berharap pemerintah bisa melihat kondisi jalan ini. Kami menambal sebisanya karena tidak ingin ada korban lagi. Tetapi ini tentu tidak bisa terus dilakukan warga,” harapnya.
Warga turut meminta Pemerintah memberikan perhatian terhadap kondisi jalan di kawasan dalam kota. Selain menjadi akses utama Masyarakat, ruas Jalan Agus Salim setiap hari dilalui kendaraan sehingga kerusakan yang dibiarkan berpotensi semakin parah.
“Jangan menunggu ada korban baru diperbaiki. Kalau bisa segera ditangani, supaya pengendara aman dan jalan juga tidak semakin rusak,” tandasnya.
Aksi warga tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap keselamatan sesama pengguna jalan. Namun, Warga menegaskan perbaikan secara swadaya tidak dapat menjadi solusi permanen.
Swadaya tambal jalan Warga mestinya jadi pukulan telak bagi Pemerintah Daerah (Pemda), ketika menyaksikan beberapa kali tambal jalan dalam kota dilakukan. Sudah segera mengambil langkah agar jalan berlubang tidak kembali menjadi ancaman bagi Masyarakat. (Mir)












