Edukasi, redaksirakyat.com – Sidik jari itu bukan sekedar pola garis di kulit. Setiap kali ujung jari kita menyentuh sesuatu, ada tetesan keringat mikroskopis yang ikut tertinggal. Di ujung jari ada ribuan kelenjar keringat kecil yang bekerja tanpa kita sadari.
Kelenjar ini disebut kelenjar ekrin. Ia mengeluarkan keringat lewat saluran-saluran sangat kecil, lalu keringat itu menyebar mengikuti lipatan-lipatan kulit jari. Nah, lipatan inilah yang membentuk pola sidik jari.
Saat menyentuh permukaan, campuran keringat dan minyak alami kulit itulah yang meninggalkan jejak.Yang membuat sidik jari setiap orang unik bukan cuma keringatnya, tapi pola lipatan kulitnya.
Pola ini sudah terbentuk sejak kita masih janin, dipengaruhi gen dan lingkungan di dalam kandungan.
Tekanan, posisi, dan pertumbuhan yang sangat spesifik, hasilnya tidak ada dua sidik jari yang benar-benar sama, bahkan pada kembar identik.Lewat mikroskop, proses ini terlihat sangat nyata.
Kita bisa melihat tetesan keringat muncul, bergerak, lalu membentuk pola. Sesuatu yang sehari-hari terasa biasa, ternyata menyimpan mekanisme biologis yang presisi dan konsisten.
Kita diciptakan dengan detail sedemikian rupa, bahkan ujung jari pun punya cerita ilmiahnya sendiri. Penulis Now I know.
Sumber:Glover, J. D., & Sudderick, Z. R. (2023). The developmental basis of fingerprint pattern formation and variation. CellNikon Small World In Motion Competition: “Perspiration on a Human Fingertip”Tsutomu Tomita & Shun Miyazaki, TIMELAPSE VISION INC., Saitama, Japan




