Daerah  

Menteri Transmigrasi Tunda Kunker ke Parigi Moutong

Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, saat menyampaikan Sambutan pada Pelaksanaan Penanaman Jagung di Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat, Kamis Siang (12/02/2026). Foto: Ami

Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Menteri Transmigrasi Republik Indonesia (Mentrans RI), Iftitah Sulaiman Suryanagara, dipastikan menunda melakukan Kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Parigi Moutong, yang sebelumnya dijadwalkan pada hari Jumat besok (13/02/2026).

Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase mengungkapkan, penundaan Kunker Mentrans RI disampaikan secara mendadak pada Rabu siang (11/02/2026) dan rencananya akan dijadwalkan kembali pada Bulan Ramadhan mendatang.

Menurut Bupati Erwin, Kunker Mentrans sedianya akan dilaksanakan di kawasan Transmigrasi yang tersebar di Lima Kecamatan, mulai dari Kecamatan Ongka Malino, hingga Kecamatan Moutung.

“Kami menerima pemberitahuan bahwa kunjungan kerja Bapak Menteri yang semula dijadwalkan besok, ditunda dan direncanakan kembali pada bulan Puasa,” ungkap Bupati Erwin Burase, ketika menyampaikan sambutannya pada Penanaman Jagung, di Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat, Kamis Siang (12/02/2026).

Menurut Bupati Erwin, mestinya Kunker Mentrans RI merupakan agenda penting dalam rangka meninjau langsung perkembangan kawasan Transmigrasi yang telah ditetapkan.

“Kawasan transmigrasi yang akan dikunjungi telah ditetapkan berdasarkan SK Bupati dan mencakup lima kecamatan, mulai dari Kecamatan Ongka Malino, hingga Kecamatan Moutung. Ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Pusat untuk melihat langsung kondisi serta kebutuhan Masyarakat Transmigrasi di Daerah,” jelasnya.

Bupati Erwin menambahkan, Pemda Parigi Moutong tetap siap menyambut kedatangan Menteri Transmigrasi pada jadwal yang telah diperbarui nanti.

Penundaan Kunker Mentrans RI diharapkan tidak mengurangi substansi dari tujuan kunjungan, yakni memperkuat sinergi dengan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam pengembangan kawasan Transmigrasi serta peningkatan kesejahteraan Masyarakat di Parigi Moutong. (Ami)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *