Daerah  

BPBD Menyiapkan Pemasangan Bronjong, Selamatkan Jembatan Baliara

Plt Kalak BPBP Parigi Moutong, Moh Rivai. Foto : Istimewa

Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, menyiapkan pemasangan bronjong sebagai langkah darurat untuk menyelamatkan jembatan penghubung Desa Baliara dan Desa Parigimpu’u, Kecamatan Parigi Barat, yang terancam amblas.

Ancaman tersebut terjadi akibat degradasi permukaan dasar sungai yang terus mengalami penurunan. Berdasarkan hasil pengukuran teknis di lapangan, dasar sungai telah turun sekitar 1 hingga 1,5 meter.

Kondisi itu menyebabkan bagian sumuran jembatan yang seharusnya berada di dalam tanah, kini mulai terlihat di permukaan sungai. Struktur tersebut menjadi perhatian utama, karena berpotensi mengancam kestabilan jembatan apabila terus tergerus arus sungai.

“Kalau kami ukur kemarin, itu 1 sampai 1,5 meter sudah turun, sehingga sumuran jembatan sudah kelihatan. Yang kami takutkan sebenarnya bukan pada sayap jembatan, tapi pada sumuran jembatan ini. Sumuran itu tidak boleh tergantung, dia harus di dalam tanah,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, Jumat (07/08/2026).

Menurut Rivai, BPBD telah memberlakukan status tanggap bencana selama 14 hingga 28 hari sebagai langkah penanganan kondisi darurat tersebut. Tim gabungan BPBD bersama Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) saat ini melakukan penanganan teknis di lokasi.

“Kami khawatir kalau tambah hujan, kondisi akan tambah parah. Di lokasi sana, kami sedang merakit kawat bronjong untuk melindungi kaki jembatan,” sebutnya.

Selain pemasangan bronjong, normalisasi sungai menggunakan alat berat ekskavator juga dilakukan. Langkah tersebut dilakukan, untuk mengamankan struktur jembatan sekaligus infrastruktur di sekitar lokasi, termasuk perlintasan pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang tebingnya turut mengalami longsor.

Rivai tidak membantah, bahwa degradasi dasar sungai diduga ada kaitannya dengan aktivitas galian C di bagian hilir. Sebab, aktivitas penggalian di bagian bawah aliran sungai dapat menyebabkan sedimen tanah mengalami penurunan secara signifikan. Namun, terkait kewenangan teknis untuk memastikan penyebab spesifik aktivitas tersebut, hal itu berada pada Dinas PUPRP.

Hingga kini, BPBD bersama Dinas PUPRP terus melakukan penanganan sesuai tugas teknis masing-masing. Pemasangan bronjong menjadi langkah prioritas untuk menstabilkan lereng sungai dan melindungi struktur jembatan dari kerusakan lebih lanjut.

Jembatan Baliara-Parigimpu’u merupakan akses vital bagi Masyarakat kedua Desa. Sebab, penanganan darurat dilakukan untuk mencegah kondisi struktur semakin memburuk, terutama jika kembali terjadi hujan dengan intensitas tinggi. (Ami)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *