Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Dewan Perawakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parigi Moutong menyoroti kondisi fasilitas di RSUD Anuntaloko Parigi, usai melakukan inspeksi mendadak (Sidak) bersama Pemerintah Daerah (Pemda), Kamis (30/04/2026).
Sorotan itu terhadap Sejumlah persoalan ditemukan dalam sidak tersebut, mulai dari toilet rusak hingga instalasi listrik yang dinilai bermasalah.Wakil Ketua II DPRD Parigi Moutong,
Sayutin Budianto mengungkapkan, salah satu temuan yang paling memprihatinkan yakni adanya pasien pascaoperasi yang harus dipindahkan ke kamar lain hanya untuk menggunakan toilet.
“Ada pasien operasi yang toiletnya tidak bisa dipakai, jadi harus digotong ke kamar sebelah. Ini sangat memprihatinkan,” ungkapnya.
Selain persoalan toilet, fasilitas lain yang dinilai belum layak, seperti stop kontak dan instalasi listrik yang mengalami kerusakan serta kondisi kebersihan ruangan yang belum maksimal.
Menurut Sayutin, kondisi tersebut menunjukkan masih lemahnya sistem perencanaan perbaikan fasilitas di rumah sakit.
Sayutin menilai, pola pembenahan yang selama ini dilakukan masih bersifat sementara atau tambal sulam sehingga berbagai kerusakan terus berulang.
“Selama ini tambal sana, tambal sini. Akhirnya masalahnya berulang terus. Berarti ada yang salah di perencanaan,” katanya.
Sayutin menegaskan, pembenahan fasilitas rumah sakit seharusnya dilakukan secara menyeluruh dengan terlebih dahulu mengidentifikasi sumber utama persoalan, mulai dari sistem pembuangan, septic tank, hingga jaringan pipa.
“Kalau terus tambal sulam, itu hanya menghabiskan anggaran. Harus diurai dulu sumber masalahnya, baru diselesaikan tuntas,” tegasnya.
Tidak hanya itu, Sayutin turut menyoroti efektivitas program rehabilitasi yang sebelumnya dilakukan di sejumlah gedung rumah sakit. Pasalnya, persoalan mendasar seperti kebocoran pipa dan rembesan air masih ditemukan saat sidak berlangsung.
Seperti di ruang rawat inap, ruang bersalin turut menjadi perhatian DPRD. Saat inspeksi dilakukan, ruangan tersebut terlihat kosong meski kebutuhan layanan persalinan Masyarakat dinilai cukup tinggi.
Sebagai rumah sakit berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), RSUD Anuntaloko dinilai memiliki fleksibilitas dalam pengelolaan anggaran.
Oleh sebab itu, DPRD mendorong agar pendapatan rumah sakit dimanfaatkan untuk pembenahan fasilitas secara menyeluruh demi meningkatkan kualitas pelayanan Kesehatan Masyarakat.
DPRD pun meminta pihak manajemen RSUD Anuntaloko segera melakukan evaluasi total terhadap sistem perencanaan dan pelaksanaan pembangunan fasilitas agar pelayanan kepada masyarakat tidak terus terganggu. (Ami)











