Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda dan berdampak seluas 14 Hektare di Dusun III, Desa Tuladenggi Sibatang, Kecamatan Taopa, Kabupaten Parigi Moutong, mengakibatkan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp116,3 juta, pada Jumat (30/10/2026),
Kapolsek Moutong, AKP Felix Alfons Saudale mengungkapkan, sebagian besar lahan yang terbakar merupakan perkebunan kelapa, sementara sebagian lainnya berupa lahan kosong dan lokasi empang.
“Awal kebakaran kami terima dari Pemerintah Desa pada hari Kamis Pukul 20.00 Wita. Setelah laporan diterima, Kepala Desa lerintahkan Kepala Dusun I bersama Masyarakat untuk mengecek lokasi. Sekitar Pukul 22.00 Wita, Masyarakat melaporkan bahwa api telah berhasil dipadamkan,” ungkapnya.
Lanjut Kapolsek, pada Jumat sekitar pukul 05.00 Wita, pemilik lahan kembali melaporkan kobaran api yang sebelumnya terbaka kembali menyala dan meluas.
Sehingga, penanganan lintas instansi dilakukan, mulai Pukul 09.00 Wita dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dari Kecamatan Moutong.
Kemudian, sekitar Pukul 13.00 Wita, dua unit truk pemadam kebakaran dari Yon TP 918/MM bersama 20 personel tiba di lokasi untuk membantu pemadaman.
Serta BPBD mengerahkan dua unit mobil tangki air beserta tujuh personel, guna memperkuat penanganan kebakaran.
“Dalam proses pemadaman, sekitar 80 orang masyarakat turut terlibat bersama empat personel Polri, 20 personel Yon TP 918/MM, tiga personel Damkar Kecamatan Moutong, dan tujuh personel BPBD. Seluruh unsur tersebut bersinergi memadamkan api sekaligus mencegah kobaran semakin meluas,” sebutnya.
Berdasarkan pendataan sementara, tujuh Warga yang lahannya terdampak masing-masing satu hingga dua hektare.
Dari hasil analisis awal, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran rumput di lahan milik salah seorang Warga yang dilakukan pada Kamis sekitar pukul 17.00 Wita.
Api kemudian merambat ke lahan perkebunan yang bersebelahan. Kondisi vegetasi berupa daun kelapa kering, rumput, dan semak belukar diduga mempercepat penyebaran api.
Lokasi kebakaran berjarak sekitar 150 meter dari permukiman Masyarakat. Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman terus dilakukan untuk mencegah kobaran api menjalar ke area lain dan mengancam keselamatan Warga.
Petugas gabungan bersama Masyarakat masih berjibaku memantau api di sejumlah titik kebakaran. Seluruh Masyarakat diimbau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, terutama saat kondisi cuaca kering.
“Masyarakat kami minta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran,” pintanya. (Mir)













