Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong, dan Kementerian Transmigrasi RI (Kementrans) membuka harapan baru pengembangan Kawasan Bahari untuk Tomini Raya melalui pemetaan potensi ekonomi dan penyusunan perencanaan.
Kolaborasi ini akan membuka peluang dukungan Pemerintah pusat melalui Program Strategis Nasional, sehingga potensi Wilayah transmigrasi dapat dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berdampak pada kesejahteraan Masyarakat.
Upaya tersebut didukung melalui penyusunan Dokumen Rencana Teknis (RENTEK) Pengembangan Ekonomi Kawasan yang melibatkan tim pengkaji dari Universitas Hasanuddin (UNHAS).
Kajian tersebut diarahkan, untuk mengidentifikasi potensi sekaligus kebutuhan pengembangan kawasan berdasarkan kondisi riil di lapangan.
Sekretaris Daerah Parigi Moutong, Zulfinasran mengatakan, potensi kawasan transmigrasi di Daerah tersebut tidak hanya berada pada enam kecamatan yang saat ini menjadi sampel kajian, yakni Moutong, Taopa, Bolano, Bolano Lambunu, Ongka, dan Mepanga.
“Kawasan transmigrasi di Parigi Moutong tersebar di sekitar 10-13 kecamatan dengan karakteristik berbeda-beda. Ada yang memiliki potensi sawah, kakao, dan komoditas lainnya. Kami berharap kajian tidak berhenti di enam kecamatan saja, melainkan dapat meluas ke kecamatan lain serta menyentuh pengembangan kawasan hutan transmigrasi,” katanya, Kamis (28/10/2026).
Menurut Zulfinasran, perluasan cakupan kajian penting agar pengembangan kawasan dapat dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan karakteristik dan potensi ekonomi setiap Wilayah transmigrasi.
Oleh sebab itu, Pemda Parigi Moutong berharap, dengan penyusanan Dokumen, dapat mengetahui secara jelas kedepan tahapan yang harus dipersiapkan untuk mendorong pengembangan kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya.
Sementara itu, Direktur Perencanaan Teknis Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Kementerian Transmigrasi RI, Andy Wijaya menjelaskan, bahwa kajian tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja sebelumnya pada Juni 2026.
Andy Wijaya menegaskan, pengembangan kawasan tidak cukup hanya mengandalkan potensi yang dimiliki, tetapi membutuhkan data mendalam dan perencanaan matang agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi Masyarakat.
“Durian memang komoditas unggulan bernilai ekonomi tinggi yang berpotensi menjadikan kawasan ini berdaya saing. Namun nilai ekonomi tinggi tidak otomatis mengangkat kesejahteraan masyarakat. Ada banyak hal yang harus diteliti lebih dalam,” jelasnya.
Melalui penyusunan dokumen RENTE K, Kementerian Transmigrasi bersama UNHAS tengah memetakan potensi durian serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengembangan ekonomi kawasan.
Hasil kajian tersebut nantinya menjadi dasar rekomendasi intervensi pemerintah pusat sesuai kebutuhan di lapangan.
Pengembangan Kawasan Bahari Tomini Raya diharapkan tidak hanya bertumpu pada komoditas durian, tetapi juga mengoptimalkan potensi persawahan, kakao, dan sumber daya lainnya yang tersebar di kawasan transmigrasi Parigi Moutong.
Kolaborasi Pemda dan Pemerintah pusat ini membuka peluang bagi Parigi Moutong untuk mengembangkan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Melalui perencanaan yang lebih luas dan terarah, pengembangan Bahari Tomini Raya diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigrasi. (Ami)













