Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong mengakui, upaya pengawasan distribusi gas 3Kg subsidi, sampai pada tingkat bawah selama ini memang belum maksimal.
Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid menyebutkan, terjadinya kenaikan harga bahkan kelangkaan kerap terjadi karena dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang sebenarnya tidak berhak, tetap menggunakan gas subsidi.
“Penanganan Pemerintah sampai ke bawah memang belum maksimal. Tapi Insya Allah, kami akan membentuk tim untuk melakukan pengawasan,” sebutnya, saat ditemui sejumlah Media di sela Pemantauan Harga Bapok Pangan, di Pasar Sentral Parigi, Senin (23/02/2026).
Oleh sebab itu, Pemda berkomitmen segera memperbaiki kondisi tersebut dengan membentuk tim khusus pengawasan.
Wabup Abdul Sahid menegaskan, bahwa penyaluran gas 3Kg harus tepat sasaran, dan hanya untuk Masyarakat yang berhak menerima subsidi.
“Jadi kita akan berupaya sesuai ketentuan, gas 3Kg itu untuk Masyarakat yang memang berhak. Mahal dan Kelangkaan ini sering terjadi karena orang sebenarnya tidak pantas menerima, tapi justru mereka yang menggunakannya,” katanya.
Kemudian, untuk menutup celah praktik curang, Pemda akan atur jadwal turun langsung ke lapangan melakukan pengawasan dari Pangkalan hinggabke tingkat pengecer. Langkah itu diharapkan dapat memastikan distribusi gas bersubsidi tepat sasaran.
“Pemerintah tidak main-main. Ketika menemukan Pangkalan bermain, kami akan mencabut izinnya,” tandasnya. (Ami)
