Daerah  

Pemda Parigi Moutong Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase mengecek sarana prasarana pendukung kesiapsiagaan Bencana. Foto: Istimewa

Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong, terus memperkuat kesiapsiagaan bencana sebagai langkah nyata menghadapi berbagai ancaman alam yang berpotensi terjadi sewaktu-waktu.

Melalui peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana, Pemda mendorong peningkatan kesadaran, pengetahuan, serta kemampuan Masyarakat dalam melakukan penyelamatan diri dan evakuasi mandiri guna menciptakan ketangguhan bersama terhadap risiko bencana.

Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase mengatakan, Hari Kesiapsiagaan Bencana merupakan event Nasional tahunan yang dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan seluruh lapisan Masyarakat, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), lingkungan Sekolah, hingga kelompok rentan terhadap ancaman bencana dan perubahan iklim yang kini menjadi isu global.

Dikatakan, penyelenggaraan Hari Kesiapsiagaan Bencana menjadi upaya Pemerintah Pusat dan Pemda dalam meningkatkan kesiapsiagaan Masyarakat, khususnya di Wilayah rawan bencana, melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan dalam penyelamatan diri serta evakuasi mandiri saat bencana terjadi.

“Indonesia merupakan Negara yang rentan terhadap bencana. Setiap tahun, Indonesia mengalami berbagai jenis bencana, mulai dari bencana alam, bencana non-alam hingga bencana sosial,” kata Bupati Erwin saat membacakan sambutan Kepala BNPB, pada upacara Hari Kesiapsiagaan di Halaman Kantor Bupati, Kamis Pagi (23/04/2026).

Menurut Bupati Erwin, berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia yang dirilis oleh BNPB serta Kajian Risiko Bencana Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2023–2028, Kabupaten Parigi Moutong termasuk Wilayah yang rawan terhadap berbagai ancaman bencana.

Ancaman tersebut meliputi banjir, banjir bandang, gempa bumi, tsunami, tanah longsor, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), gelombang ekstrem, abrasi pantai, hingga kekeringan.

Oleh sebab itu, Bupati Erwin berharap peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana dapat terus dilaksanakan setiap tahun, bahkan ditingkatkan hingga tahap simulasi bencana bersama aparatur, masyarakat, dan pihak sekolah.

Langkah itu dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan Masyarakat agar mampu menciptakan ketangguhan menghadapi bencana, mulai dari mengenali ancaman, mengurangi risiko, hingga menyiapkan strategi penanganan sejak dini.

“Karena penanggulangan bencana adalah urusan bersama,” tandasnya.

Selain Kesiapsiagaan, turut dilakukan pengukuhan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Parigi Moutong, penandatanganan perjanjian kerja sama antar BPBD dengan PMI, Disdikbud, dan Disdukcapil, serta penyerahan piagam penghargaan untuk penanganan Karhutla. (Mir)

Exit mobile version