Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Pemerintah Daerah Parigi Moutong berjanji, akan memperpanjang masa kerja PPPK Paruh Waktu dari satu tahun menjadi lima tahun.
“Kami menilai jika SK hanya satu tahun, kinerja tidak akan maksimal karena ketidakpastian. Dengan masa lima tahun, manfaatnya jauh lebih besar,” janji Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, di hadapan PPPK usai Pelantikan, Jumat (30/01/2026).
Bupati Erwin Burase menegaskan, perubahan masa berlaku SK PPPK menjadi lima tahun akan menjadi salah satu langkah awal yang dilakukan bersama Wakil Bupati terpilih, sejalan dengan visi dan misi program unggulan Pembangunan Daerah.
“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk menciptakan stabilitas, meningkatkan kinerja, dan memperkuat pelayanan publik di Parigi Moutong,” tegasnya.
Pemda Parigi Moutong mencatat, jumlah PPPK yang telah diangkat sejak 2021 hingga 2024 mencapai 6.452 orang, yang disebut sebagai jumlah terbesar di Provinsi Sulawesi Tengah, dengan total kebutuhan anggaran penggajian sekitar Rp300 miliar per tahun.
Menurut Bupati Erwin Burase, kebijakan SK Pegawai PPPK dengan masa kerja lima tahun, telah melalui kajian dan bertujuan untuk meningkatkan kinerja aparatur. Serta langkah tersebut sangat diperlukan agar PPPK dapat bekerja secara optimal.
“Kami sudah mengkaji dalam hal penganggaran, hal – hal yang sangat prioritas itu yang kita utamakan. Kalau SK hanya diambil minimal satu tahun, kinerja tidak akan maksimal,” katanya.
Bupati Erwin menjelaskan, masa kontrak yang terlalu singkat berpotensi memengaruhi motivasi kerja. Sebab, para PPPK akan cenderung bekerja setengah hati karena merasa tidak memiliki kepastian jangka panjang.
“Kalau hanya satu tahun, pasti ada pikiran ‘ah, cuma satu tahun’. Ini yang ingin kita hindari,” tandasnya.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat menciptakan rasa adil bagi PPPK, sekaligus mendorong peningkatan profesionalisme dan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Parigi Moutong.
Tidak hanya itu, Pemda Parigi Moutong menaruh harapan kepada DPRD untuk turut memikirkan nasib para PPPK Paruh Waktu, dapat menjadi Penuh Waktu.
“Nanti Juga kita kaji, lewat penyesuaian dengan anggaran yang ada. Minta do’anya, agar Parigi Moutong, selalu mendapatkan tambahan anggaran besar dari Pemerintah Pusat,” tutupnya. (Mir)
