Daerah  

GPM Tuntas, Masih Banyak Warga Tidak Kebagian

Pelaksaan GPM di Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Kabupaten Parigi Moutong. Foto: Ami

Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Pelaksanaan Program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di 11 titik Wilayah Parigi Moutong, telah dinyatakan tuntas.

Meski program tersebut berjalan sesuai jadwal dan menyasar wilayah-wilayah yang telah ditetapkan, realisasi menunjukkan masih banyak Warga tidak mendapatkan jatah.

Tingginya antusiasme Masyarakat untuk membeli bahan pokok dengan harga terjangkau, menyebabkan stok yang tersedia cepat habis dalam waktu singkat di hampir seluruh titik pelaksanaan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Parigi Moutong, Sofiana mengakui, masih banyaknya Warga yang tidak kebagian jata tidak terlepas dari keterbatasan pasokan bahan pokok yang tersedia, serta tingginya kebutuhan Masyarakat menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Menurut Sofiana, minimnya stok pangan yang dapat disalurkan dalam program GPM tahun ini dipengaruhi oleh masih bergulirnya kebijakan efisiensi anggaran tahun 2026.

Selain itu, terjadinya pengalihan sebagian besar anggaran subsidi pangan yang difokuskan kepada kelompok Masyarakat rentan, sehingga kuota untuk program GPM harus disesuaikan.

“Bahkan, cakupan GPM terpaksa dikurangi. Pasokan khususnya untuk komoditas beras, hanya tersedia sebanyak lima ton untuk seluruh Wilayah sasaran,” kata, Sofiana usai pelaksanaan GPM pada, Rabu siang (18/02/2026).

Sofiana menjelaskan, untuk tahun ini kuota bahan pokok pangan memang ditetapkan lebih terbatas dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain komoditas Beras, kondisi serupa juga terjadi pada penyediaan Gula pasir, minyak goreng, telur, hingga bawang, yang jumlahnya turut mengalami penyesuaian.

“Jadi, tidak seperti tahun – tahun sebelumnya beras dapat kami siapkan capai 15 Ton untuk memenuhi kebutuhan di hampir seluruh Wilayah terjadwal. Nah tahun ini, kami hanya dapat menyiapkan sekitar 250 kilogram per titik. Dengan keterbatasan ini, wajar jika masih banyak warga yang tidak mendapatkan jatah,” jelasnya.

Dengan adanya pengurangan kuota, membuat pelaksanaan GPM lanjutan belum dapat dilakukan benerapa pekan kedepan. Sehingga, persediaan pangan diperkirakan baru dapat kembali dipenuhi pada momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) atau menjelang perayaan Idul Fitri, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran dan pasokan dari pusat. (Ami)

Exit mobile version