Satu Sekolah Dilaporkan Rusak Terdampak Gempa di Parigi Moutong

Ilustrasi Sekolah. Foto: Ami

Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Sampai saat ini tercatat sementara, terdapat satu unit Sekolah di Kabupaten Parigi Moutong, mengalami kerusakan berupa kondisi bangunan yang miring di Wilayah terpencil, Kecamatan Tinombo, terdampak Gempa yang terjadi, Selasa Pagi (16/06/2026).

Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong, Ibrahim mengatakan, bangunan yang mengalami kerusakan tersebut rata-rata merupakan fasilitas Sekolah semi permanen berkonstruksi panggung.

“Sejauh ini kita menginfokan kepada sekolah untuk melakukan asesmen masing-masing. Baru ada yang melapor di sekolah terpencil di Tinombo, itu bangunannya sudah miring karena sekolah terpencil ini kan rata-rata mereka semi permanen, panggung,” ujar Ibrahim, ditemui, Rabu Pagi (17/06/2026).

Meski demikian, laporan kerusakan ini merupakan data yang masuk hingga Selasa malam. Pihaknya belum memonitor kembali perkembangan kerusakan untuk kondisi pada hari ini.

Sementara itu, untuk wilayah pusat Kota Parigi dan sekitarnya (eks-kota), Ibrahim memastikan belum ada laporan kerusakan fasilitas pendidikan yang diterima oleh pihak Disdikbud.

“Wilayah kota dan eks-kota belum ada laporan terkait dengan pasca-gempa kemarin,” sebutnya.

Proses asesmen mandiri oleh masing-masing pihak Sekolah masih terus berjalan. Disdikbud mengimbau, agar seluruh Kepala Sekolah segera melaporkan kondisi terkini bangunan Sekolah mereka jika menemukan kerusakan atau keretakan pasca-gempa.

Sementara itu,  mengantisipasi risiko gempa susulan yang masih berpotensi terjadi, pihak Disdikbud telah memutuskan untuk meliburkan seluruh kegiatan belajar mengajar di lingkungan Sekolah mulai hari ini hingga waktu yang akan ditentukan kemudian.

Langkah meliburkan belajar mengajar di seluruh Sekolah Wilayah Parigi Moutong dilakukan, demi menjamin keamanan dan keselamatan Siswa dan Guru.

Keputusan meliburkan seluruh aktivitas sekolah, setelah Pemerintah Daerah (Pemda) melakukan Pemantauan terhadap perkembangan situasi dan kondisi Gempa susulan yang terjadi hingga malam hari.

“Setelah Ibu Kadis berkomunikasi dengan Pak Bupati, libur menjadi pertimbangan utama demi menjaga keselamatan peserta didik, tenaga pendidik,” tandasnya.

Disdikbud Parigi Moutong, hingga kini terus mengevaluasi kondisi dalam 24 jam ke depan. Bila aktivitas gempa susulan masih berlangsung, kemungkinan peliburan sekolah akan diperpanjang pada hari berikutnya.

Meski demikian, dampak peliburan terhadap proses belajar mengajar dinilai tidak terlalu signifikan. Sebab, sebagian besar Siswa telah menyelesaikan seluruh rangkaian ujian akhir tahun ajaran 2025–2026.

“Dan saat ini sisa menunggu jadwal pembagian rapor yang direncanakan berlangsung pada 20 Juni mendatang. Kemudian para siswa, akan memasuki masa libur akhir tahun ajaran sebelum memulai tahun ajaran baru 2026–2027 pada awal Juli,” tutupnya. (Ami)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *