Kadin Targetkan Rp3 Triliun Uang Tiongkok Masuk di Sulteng Dari Bisnis Durian

Foto: Istimewa

Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Parigi Moutong, menargetkan Rp3 Triliun uang dari Negara Tiongkok dapat masuk di Provinsi Sulawesi Tengah.Ketua Kadin Parigi Moutong, Faradiba Zaenong mengatakan, salah satu sektor yang kini menjadi motor penggerak ekonomi baru adalah Durian.

Menurut Faradiba, pada Tahun sebelumnya Sulawesi Tengah tercatat telah mengekspor sekitar 40.000 ton durian ke pasar internasional, khususnya Tiongkok. Hal ini didukung oleh sekitar 4.000 hektare kebun Durian montong dengan lebih dari 400.000 pohon produktif, serta 30 unit packing house yang telah beroperasi.

“Durian hari ini bukan lagi buah, tapi telah menjadi instrumen ekonomi yang menggerakkan Desa,” katanya, saat menjadi Narasumber di hadapan kurang lebih 500 Tamu Forum Koordinasi dan Komunikasi (Forkkom) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Sulawesi Tengah, berpusat di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Rabu Pagi (01/04/2026).

Faradiba menjelaskan, dampak ekonomi dari sektor itu pun sangat signifikan. Jika sebelumnya perputaran uang ditargetkan mencapai Rp1 triliun, maka pada tahun ini Kadin Parigi Moutong menargetkan peningkatan jauh lebih besar, yakni hingga Rp3 Triliun dana dari pasar Tiongkok yang masuk ke Sulawesi Tengah melalui sektor bisnis durian.

“Ini bukan angka kecil. Uang ini tidak berhenti di perusahaan, tapi langsung mengalir ke petani dan tenaga kerja lokal. Inilah ekonomi yang benar-benar hidup di desa,” jelasnya.

Sejauh ini, Faradiba menyoroti tantangan yang masih dihadapi, khususnya terkait belum optimalnya kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal tersebut disebabkan oleh belum tersedianya regulasi Daerah yang mengatur tata niaga secara terstruktur.

“Bukan karena tidak ada potensi, tapi karena regulasi belum hadir untuk mengikat dan mengarahkan,” sebutnya. (Ami)

Exit mobile version