Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Jembatan Garuda Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, mulai dibangun ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Panglima Kodam XXIII Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, Kamis Pagi (02/04/2026).
Peletakan Batu pertama turut dilaksanakan Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, serta disaksikan, Danrem 132/Tadulako, Brigjen TNI Suntara Wisnu, Aster Kasdam XXIII Palaka Wira, Kolonel Kaveleri Luluk Setyanto, Dandim 1306 Kota Palu, Kolonel Infanteri Yudhi Hendro Prasetyo, Kapendam XXIII Palaka Wira, Kolonel Infanteri Ronald Michael Patty, Kasiter Kasrem 132 Tadulaoko, Kolonel Infanteri Ari Bayu Saputra.
Pembangunan jembatan dilakukan dengan sistem kerja terukur dan bertahap, setiap titik pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu maksimal satu bulan.
“Satu titik itu maksimal satu bulan. Jadi di mulai hari ini, sampai nanti satu bulan kedepan,” kata, Pangdam 23 Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, usai Peletakan Batu Pertama.
Mayjen Binsar menjelaskan, saat ini sudah terdapat dua titik pembangunan Jembatan Garuda di Parigi Moutong, yang telah difungsikan berada di Desa Uevolo, Kecamatan Siniu.
Lebih lanjut, Mayjen Binsar menyebutkan, untuk penentuan lokasi pembangunan dilakukan berdasarkan data dari Pemerintah Daerah (Pemda). Namun, tetap membuka peluang penyesuaian jika terdapat kebutuhan yang lebih mendesak.
“Memang sudah ada yang kita petakan. Tetapi kalau ada yang lebih urgent, seperti kemarin dari Toli-Toli minta, karena itu dinilai kita butuh percepatan, ya mungkin dia jadi di paling atas urutannya,” sebutnya.
Mayjen Binsar memastikan, bahwa data kebutuhan pembangunan di tiap Wilayah, termasuk Kabupaten Parigi Moutong, tersedia dan bersumber dari Pemda serta telah melalui proses legalisir Menteri Dalam Negeri.
“Jadi sebenarnya kita ambil data itu dari Pemda Yang dilegalisir oleh Menteri Dalam Negeri, tetapi kami bisa nanti memberikan tambahan informasi, sehingga itu menjadi prioritas pekerjaan kita nanti,” tambahnya.
Terkait pelaksanaan pembangunan, Pangdam menegaskan bahwa pengerjaan tidak melibatkan pihak ketiga, melainkan dilakukan langsung TNI AD bersama Masyarakat setempat.
“Pekerjaannya langsung kita kerjakan. Kita bersama dengan Kepala Desa. Makanya tadi saya terima kasih, Pak Bupati, Pak Kepala Desa antusias sekali. Pak Bupati juga antusias untuk nanti bersama Masyarakat bekerja bersama dengan kita di situ,” pungkasnya.
Pembangunan Jembatan Garuda diharapkan dapat memperlancar mobilitas Warga, mempermudah akses pendidikan, serta membuka peluang ekonomi, khususnya di sektor pertanian dan pariwisata. (Ami)
