Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat identitas Budaya Lokal melalui berbagai program strategis yang akan digelar dalam waktu mendatang.
Kabid Kebudayaan Disdikbud Parigi Moutong, Ninong Pandake menyampaikan, bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah agenda sebagia upaya dalam penguatan Budaya yang dirancang secara berkelanjutan.
“Agenda – agenda itu tidak hanya berfokus pada pelestarian, tetapi juga pada regenerasi dan penguatan peran generasi muda dalam menjaga budaya Daerah,” kata Ninong Pandake, baru – baru ini.
Ninong menjelaskan, sejumlah agenda yang telah disiapkan yaitu Festival Gampiri yang kini memasuki tahun ketiga penyelenggaraan.
“Festival ini dijadwalkan pada Bulan Oktober, dan akan menampilkan berbagai lomba kesenian Daerah,” jelasnya.
Kemudian, Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS), program yang didanai oleh APBD ini menyasar 10 Sekolah, lebih banyak dibanding kuota Nasional yang hanya mencakup 5 Sekolah.
“Program ini bertujuan mendekatkan seni kepada generasi muda sejak dini,” sebutnya.
Selain itu, pelatihan Tari Tradisional yang difokuskan pada upaya regenerasi penari lokal agar kesenian Daerah tetap lestari dan tidak kehilangan penerus.
Selanjutnya Cagar Budaya, melalui agenda pembuatan papan informasi serta penetapan status cagar Budaya di Wilayah Parigi Moutong, sebagai bentuk perlindungan terhadap Warisan Budaya.
Agenda akhir yaitu Revisi Dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), yang akan dilakukan melalui Forum Group Discussion (FGD) guna menyelaraskan arah kebijakan kebudayaan di masa depan.
Ninong menegaskan, bahwa seluruh agenda tersebut diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi Masyarakat.
“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi mampu memperkuat jati diri Masyarakat Parigi Moutong di tengah arus modernisasi,” tutupnya. (Ami)
