Daerah  

Pemda Parigi Moutong Terima 353 Mahasiswa UIN Datokarama

Pose bersama para Mahasiswa UIN Datokrama Palu, bersama Pemda Parigi Moutong, saat diterima pada, Senin (19/10/2026). Foto : Diskominfo

Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong menerima 353 Orang Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Klaster Moderasi Beragama dan Desa Cerdas Tahun 2026 dari Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Senin (19/10/2026).

Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase menyambut baik kedatangan para Mahasiswa, sebagai wujud sinergi perguruan tinggi, Pemda, dan Masyarakat dalam mendukung pembangunan Daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, saya menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasiswa peserta KKN. Kami menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan Daerah,” ujarnya.

Bupati Erwin turut menegaskan, kesiapan Pemda untuk mendampingi Mahasiswa selama pelaksanaan KKN. Para camat dan Kepala Desa bahkan diminta untuk ikut memantau dan memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan.

“Jangan segan-segan untuk melapor, baik kepada aparat pemerintah setempat maupun kepada camat. Insyaallah semua yang kita laksanakan ini bisa berjalan dengan baik apabila komunikasi tetap terjaga,” pintanya.

Bupati Erwin juga berpesan, agar para Mahasiswa menghormati adat istiadat setempat, menjaga kerukunan dengan tokoh Agama, tokoh Masyarakat, tokoh adat, pemuda, dan perempuan di masing-masing Desa penempatan.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Datokarama Palu, Atok Soeharto menjelaskan, bahwa KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan pemindahan ruang belajar dari kelas ke lapangan.

“Tempat kalian kuliah dipindahkan dari kelas ke lapangan. KKN adalah implementasi dan pengintegrasian ilmu yang sudah didapatkan di kelas dengan apa yang akan ditemukan di lapangan,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Atok Soeharto mengingatkan seluruh Mahasiswa untuk selalu menjaga karakter Islami yang melekat sebagai Mahasiswa UIN, bertutur kata baik, menghormati adat istiadat, dan bersinergi dengan pemerintah desa serta masyarakat.

“Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Di pundak kalian ada karakter islami yang harus selalu melengkapi diri kalian,” pungkasnya. (Ami)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *