Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Dua tahun setelah banjir bandang menerjang pada 2024 silam, delapan kepala keluarga di Desa Sibalago, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, masih bertahan di Hunian sementara (Huntara).
Di tengah keterbatasan tempat tinggal, mereka masih menanti kepastian untuk dapat menempati rumah yang lebih layak.
Kondisi Warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian tersebut menjadi perhatian Pemerintah Daerah (Pemda)
Dalam peninjauan di Desa Sibalago, Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase berdialog langsung dengan Warga untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan mereka selama berada di Huntara.
Di Huntara, sebagian tenda bahkan digunakan oleh lebih dari satu kepala keluarga. Selain persoalan tempat tinggal, terdapat juga Warga yang sedang sakit dan membutuhkan perhatian, terutama dalam hal pelayanan kesehatan serta pemenuhan kebutuhan dasar.
Untuk membantu Warga, Pemda kembali menyerahkan bantuan sembako, tenda, dan sarung. Mesin pompa air juga disediakan guna memenuhi kebutuhan air bersih Masyarakat.
Selain itu, aspek kebersihan dan kesehatan Warga tetap menjadi perhatian dalam penanganan pengungsian. Namun, bantuan tersebut bukan satu-satunya hal yang dibutuhkan Warga.
Kepastian tempat tinggal permanen menjadi harapan yang perlu segera diwujudkan, mengingat mereka telah cukup lama menjalani kehidupan di lokasi pengungsian.
Bupati Erwin Burase menegaskan, kondisi Warga yang masih bertahan di pengungsian harus mendapatkan penanganan serius agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan di tempat tinggal yang lebih layak.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, kata Bupati Erwin, berjanji membantu pembangunan rumah permanen bagi Warga yang hingga kini masih berada di lokasi pengungsian.
Sejauh ini, Pemda Parigi Moutong telah menyiapkan dan menganggarkan pembebasan lahan seluas 37 x 40 meter untuk pembangunan Hunian tetap (Huntap).
Bupati Erwin memastikan, pembangunan Huntap itu akan segera ditindaklanjuti melalui proses tender dan diharapkan dapat dilaksanakan secepatnya.
“Pemerintah Provinsi membantu pembangunan rumah permanen, sementara Pemerintah Kabupaten sudah menyiapkan lahannya. Kita berharap prosesnya dapat segera berjalan sehingga masyarakat yang masih berada di pengungsian bisa mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak,” katanya, Kamis (08/10/2026).
Pembangunan Huntap tersebut diharapkan, menjadi solusi bagi warga yang masih tinggal di lokasi pengungsian sejak banjir bandang pada 2024.
Dengan demikian, mereka dapat segera meninggalkan keterbatasan di Huntara dan kembali menjalani kehidupan secara lebih baik.
Di tengah upaya penanganan dampak banjir, Bupati Erwin mengingatkan Masyarakat agar tetap mewaspadai potensi bencana lain, termasuk kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan.
Menurut Bupati Erwin, kondisi cuaca di sejumlah Wilayah Parigi Moutong saat ini berbeda. Di beberapa Wilayah terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang memicu banjir, sementara Wilayah lainnya menghadapi kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih.
Oleh sebab itu, edukasi dan mitigasi bencana kepada Masyarakat dinilai penting, termasuk bagi anak-anak sekolah. Saat bencana terjadi, keselamatan kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan ibu-ibu harus menjadi prioritas.
Pemda berharap, berbagai langkah penanganan yang sampai saat ini terus dilakukan lintas sektor, dapat memberikan solusi bagi Warga terdampak, khususnya Masyarakat Desa Sibalago yang masih bertahan di Huntara. (Ami)













