Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Satuan Tugas Penegakan Hukum Lingkungan (Satgas PHL) Kabupaten Parigi Moutong siapkan langkah tindakan tegas menyusul laporan mengenai kembalinya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Sausu Torono dan Sausu Salubanga, Kecamatan Sausu.
Informasi yang berhasil dihimpun, para pelaku perusakan lingkungan tersebut dilaporkan telah melakukan “Ancang-ancang” untuk memulai kembali aktivitas harian mereka.Bahkan, di beberapa titik koordinat, sejumlah oknum penambang terpantau sudah mulai mengoperasikan peralatan mereka kembali, dan mengabaikan status kawasan yang ada.
Sekretaris Satgas PHL Kabupaten Parigi Moutong, Muhammad Idrus menjelaskan, bahwa pihaknya terus memantau dinamika data di lapangan.
Meski sebelumnya pada pertengahan bulan Ramadan aktivitas di Desa Sausu Torono dilaporkan sempat berhenti, laporan terbaru mengenai kembalinya para penambang ini menjadi catatan serius bagi tim.
“Rencananya di April kita mau turun lapangan lagi. Kami sedang menunggu stabilitas anggaran operasional. Setelah itu, kami akan melakukan pertemuan internal dengan personel baru di Satgas untuk menyamakan persepsi sebelum peninjauan langsung dilakukan,” tegas Idrus.
Satgas PHL pun membenarkan, bahwa Keberadaan aktivitas PETI di Dua Wilayah tersebut menjadi perhatian khusus bagi publik di Parigi Moutong, mengingat letak geografisnya yang berisiko tinggi.
Seperti di Wilayah Sausu Salubanga disebut masuk dalam kawasan hutan lindung atau konservasi, sementara Sausu Torono berada di area penyangga.
Langkah Satgas PHL selanjutnya akan difokuskan dan memastikan sejauh mana kerusakan lingkungan yang telah terjadi akibat aktivitas yang baru dimulai kembali tersebut.
Satgas PHL akan Melakukan tindakan sesuai tupoksi terhadap oknum yang terbukti melanggar batas wilayah hutan lindung.
“Mengingat adanya perubahan struktur personel, penguatan internal menjadi prioritas sebelum aksi lapangan dimulai,” tandasnya.Kembalinya para penambang menuntut respons cepat dari otoritas terkait, guna mencegah kerusakan ekosistem yang lebih parah di Wilayah Selatan Kabupaten Parigi Moutong. (Ami)












