Kadin Ajak Petani Tidak Ragu Menanam Durian

Ekspor perdana Komoditas Durian di PH PT. Silvia Amerta Jaya, Tolai, Kecamatan Torue, Kamis (26/02/2026). Foto: Ami

Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadiin) Kabupaten Parigi Moutong, mengajak para petani di Provinsi Sulawesi Tengah, untuk tidak ragu menanam durian, karena peluang pasar masih sangat terbuka lebar.

Ketua Kadin Parigi Moutong, Faradiba Zaenong menjelaskan, bahwa Provinsi Sulawesi Tengah memiliki sekitar 10.000 desa.

Menurut Faradiba, jika setiap Desa mengelola lahan durian seluas 5 hektare, maka total luasan mencapai sekitar 5.000 hektare dengan estimasi produktivitas rata-rata setara 50.000 ton durian per tahun.

Jumlah tersebut, kata Faradiba, masih belum mencapai 3 persen dari kebutuhan pasar Tiongkok, sehingga peluang ekspor masih sangat besar.

“Artinya pasarnya masih sangat luas dan kesempatan untuk Sulawesi Tengah masih terbuka lebar. Saya ingin menyampaikan kepada seluruh petani agar tidak ada alasan untuk ragu menanam. Kualitas adalah kunci. Selama standar terpenuhi, kami di Kadin akan memastikan durian petani terserap pasar,” kata Faradiba, saat menyampaikan sambutannya, pada ekspor perdana Komoditas Durian di PH PT. Silvia Amerta Jaya, Tolai, Kecamatan Torue, Kamis (26/02/2026).

Faradiba menegaskan, kesiapan Kadin untuk membantu menyerap hasil panen petani.

“Kalau masih ragu menanam, saya sebagai Ketua Kadin siap membeli. Jangan ragu menanam, jika tidak ada pembeli, hubungi Kadin Parigi Moutong,” tegasnya.

Menurut Faradiba, kepercayaan diri tersebut bukan tanpa dasar. Ekspor perdana durian ke Tiongkok yang dilakukan hari ini menjadi bukti bahwa daerah mampu menembus pasar internasional.

Faradiba menilai, ekspor durian bukan sekadar pengiriman komoditas, tetapi menjadi arus ekonomi baru yang mengalir ke daerah.

“Ini bukan hanya ekspor, tetapi arus ekonomi baru ke Parigi Moutong dan Sulawesi Tengah. Uang dari luar negeri masuk ke desa-desa, ke petani. UMKM tumbuh, packing house berkembang, tenaga kerja terserap, dan daya beli masyarakat meningkat,” jelasnya.

Pada panen tahun ini, Kadin menargetkan nilai devisa dari sektor Durian ke Sulawesi Tengah dapat menembus Rp3 Triliun.

Di tengah kebutuhan tersebut, para petani diharapkan dapat terus menjaga kualitas produk agar peluang pasar global dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Ini bukan mimpi, tetapi kerja nyata. Daerah yang berani menembus pasar Dunia akan mendorong pertumbuhan ekonominya sendiri. Saya yakin peluang itu ada di tangan kita,” tutupnya. (Ami)

Exit mobile version