Parigi Moutong, redaksirakyat.com – Hampir seluruh Guru mengaku kecewa, karena tidak diundang pada momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Parigi Moutong, yang digelar meriah oleh pihak Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, Jumat Pagi (10/04/2026).
Padahal para guru telah mempersiapkan diri untuk turut serta dalam perayaan. Bahkan, mereka telah menyiapkan pakaian khusus sebagai bentuk penghormatan terhadap hari jadi Daerah.
Ironisnya, kondisi ini turut dirasakan Organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Parigi Moutong, yang seharusnya menjadi representasi resmi para guru di Daerah tersebut.
Tidak adanya undangan kepada Ketua PGRI dinilai sebagai bentuk kurangnya penghargaan terhadap peran organisasi profesi guru.
“Kami sudah siap, tapi undangan tidak datang. Rasanya sangat kecewa. Hingga hari pelaksanaan, undangan yang dinanti tidak kunjung diterima,” kata, Ketua PGRI Parigi Moutong, Gazali.
Menurut Ketua PGRI Gazali, sebagian guru yang tetap hadir pun hanya berperan sebagai pendamping siswa yang tampil. Mereka memilih tidak menempati kursi undangan karena merasa tidak memiliki hak, terlebih kursi telah dilabeli nama-nama tertentu.
“Kami takut duduk karena tidak ada undangan resmi. Jadi hanya mendampingi anak-anak dari pinggir,” sebutnya.
Selain itu, para Pegawai yang kini berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi juga mengaku tidak pernah lagi dilibatkan sejak adanya pengalihan kewenangan dari Kabupaten ke Provinsi.
“Sejak kami pindah ke Provinsi, setiap HUT Kabupaten tidak pernah diundang lagi,” tuturnya.
Situasi ini memunculkan harapan dari berbagai pihak agar ke depan perayaan hari jadi Kabupaten Parigi Moutong dapat lebih inklusif dan merangkul seluruh elemen masyarakat, termasuk para guru dan tenaga kependidikan.Momentum hari jadi Daerah mestinya menjadi ajang mempererat kebersamaan, bukan justru menimbulkan rasa terpinggirkan.
“Harapan kami, Kabupaten ini milik semua Masyarakat Parigi Moutong, bukan hanya segelintir orang,” tutup Gazali, dengan nada harap. (Ami)
