DPRD Minta Pemda Kaji Ulang Lahan Hibah Satuan TNI

Anggota DPRD Parigi Moutong, Faisan. Foto: Istimewa

Parigi Moutong, redaksirakyat.com – DPRD meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong, agar dapat mengkaji ulang, terhadap lahan hibah untuk pembangunan sejumlah satuan TNI di Wilayah tersebut.

Anggota DPRD Parigi Moutong Faisan mengatakan, bahwa kaji ulang itu guna memastikan agar tidak terjadi tabrakan dengan rencana pembangunan Daerah yang telah ditetapkan sebelumnya.

Faisan menilai, salah satu lokasi yang direncanakan yaitu di Desa Jono Kalora, Kecamatan Parigi Barat, seharusnya dipertimbangkan kembali karena sebelumnya telah dirancang sebagai kawasan pembangunan Sport Center.

“Saya harap ini perlu dipertimbangkan kembali, karena salah satu lokasinya di Desa Jono Kalora telah direncanakan untuk sport center,” kata Faisan saat rapat Paripurna, Selasa (03/03/2026).

Faisan menegaskan, pada prinsipnya DPRD sangat mengapresiasi rencana pembangunan sejumlah Satuan TNI di Parigi Moutong. Namun, Pemda juga perlu memperhatikan kebijakan awal yang telah ditetapkan dalam rencana pembangunan Daerah.

Bahkan, Faisan menyoroti rencana pembangunan asrama di kawasan eks Sail Tomini, Desa Pelawa Baru, Kecamatan Parigi Tengah.Menurutnya, lokasi tersebut sebelumnya telah direncanakan sebagai kawasan wisata, sehingga berpotensi menimbulkan benturan pemanfaatan ruang.

“Jika di lokasi itu ada keramaian kegiatan wisata dan juga fasilitas militer, nantinya bisa saling mengganggu,” tandasnya.

Faisan memastikan, untuk di Wilayah Perkotaan masih terdapat sejumlah lahan kosong yang dapat dipertimbangkan untuk dihibahkan, khususnya di kawasan selatan.

Penempatan lokasi di Wilayah tersebut justru akan memperkuat tata ruang ibu Kota, karena di bagian utara telah terdapat Markas Kepolisian, sementara di bagian selatan dapat ditempatkan satuan TNI.

Oleh sebab itu diharapkan, Pemda dapat kembali mendalami rencana lokasi pembangunan sejumlah Satuan TNI, termasuk mempertimbangkan kebutuhan luas lahan yang akan dihibahkan.

“Kami sangat mengapresiasi rencana pembangunan satuan Korem di Daerah ini. Namun Pemda juga, harus memperhatikan keberlanjutan dan kesesuaian perencanaannya,” pungkasnya. (Mir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *